Panen 164 Kilogram dari Brandgang Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Dilatih Bertani

Lapas Banjarmasin
Lahan sempit di area brandgang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dimanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif. Dari lahan seluas 45 meter persegi, warga binaan berhasil memanen 164 kilogram komoditas pertanian berupa kangkung dan kacang tanah. Rabu (26/8/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lahan sempit di area brandgang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dimanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif. Dari lahan seluas 45 meter persegi, warga binaan berhasil memanen 164 kilogram komoditas pertanian berupa kangkung dan kacang tanah.

Panen ini menghasilkan 157 kilogram kangkung dan 7 kilogram kacang tanah. Proses panen dilakukan warga binaan bersama jajaran Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin.
Lahan tersebut terbagi dalam tiga area. Area pertama memiliki luas 16,5 meter persegi, area kedua 9 meter persegi, dan area ketiga 19,5 meter persegi.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin Bagus Paras Etika mengatakan pemanfaatan area brandgang merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif.

“Area brandgang kami manfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif. Hasil panen ini menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan perawatan yang baik, lahan yang terbatas tetap bisa menghasilkan dan menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan,” ujar Bagus, Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, keterlibatan warga binaan dalam proses budidaya hingga panen tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja.

Kalapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan hasil panen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada.

“Panen ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian dapat berjalan secara nyata melalui pemanfaatan lahan yang tersedia. Kami ingin setiap kegiatan kerja yang diikuti warga binaan tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga membentuk keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” kata Akhmad Herriansyah.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan terlibat langsung mulai dari pemeliharaan tanaman hingga proses pemanenan dan pengumpulan hasil pertanian.

Akhmad Herriansyah menambahkan, kegiatan pertanian di lingkungan Lapas diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga warga binaan memperoleh pengalaman kerja yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Selain menghasilkan komoditas, aktivitas bercocok tanam juga melatih warga binaan untuk bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab. Mereka dituntut konsisten merawat tanaman hingga memasuki masa panen.

Lapas Banjarmasin pun terus mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia agar memiliki nilai produktif sekaligus mendukung program pembinaan bagi warga binaan.

Hasil panen dari lahan seluas 45 meter persegi tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk menghasilkan komoditas sekaligus menciptakan kegiatan pembinaan yang bermanfaat.

Tinggalkan Komentar