Pemkot
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Alwiati

Pemkot Balikpapan Optimis Kelurahan Sumber Rejo Jadi Juara Pertama Pada Lomba Desa/Kelurahan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan optimis Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah yang mengusung Konsep Desa Ditengah Perkotaan dengan keberadaan Kampung Kangkung Sumber Rejo (Kang Bejo) akan berhasil keluar sebagai juara pertama pada Lomba desa/kelurahan terbaik untuk regional 3 Kalimantan dan Sulawesi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Alwiati mengatakan kedatangan tim penilai Bina Pemerintahan Desa (Pemdes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan verifikasi lapangan, untuk mencocokan penilaian presentasi di Jakarta beberapa waktu lalu. Penilaian ini dilakukan selama dua hari 31 Oktober – 1 Nopember 2022.

“Tim penilai mau mencocokkan apa benar dengan kondisi di lapangan, misalnya partisipasi masyarakat di kampung kang bejo, apakah produknya pemerintah atau masyarakat,” ujarnya, Selasa (1/11/2022).

Penilaian ini juga terkait Inovasi-inovasi di lingkungan RT seperti gerakan wanita matilda, gerakan kelompok wanita tani, karena mereka berpikir Balikpapan perkotaan, apa mungkin ada kegiatan seperti itu.

“Kami sampaikan Kota Balikpapan menghadirkan desa di tengah kota, karena di wilayah Balikpapan Tengah yang banyak pemukiman di tengah kota,” paparnya.

Alwiati menambahkan, Inovasi lain terkait UMKM dan keterlibatan TP PKK di beberapa daerah lainnya yang dinilai, malah peran serta TP PKKnya tidak terlalu siginifikan.

“Kalau di Balikpapan kami sampaikan bahwa yang paling aktif masyarakatnya dan TP PKK melaksanakan kegiatan itu,” jelasnya.

“Kemudian ada inovasi lain terkait dengan pokdarwis karena kampung kang bejo kita hadirkan sebagai tempat wisata edukasi,” sambungnya.

Dukungan anggaran juga dinilai tidak hanya dari Pemerintah Kota tapi juga dari partisipasi masyarakat, kalau di kelurahan dukungan anggaran sampai Rp 8 miliar, digunakan untuk pengembangan wisata.

Dalam penilaian, katanya, ada banyak hal ditanyakan tim penilai diantaranya bagaimana komitmen Pemkot Balikpapan dalam mewujudkan sebuah kelurahan desa wisata di Kota Balikpapan. Dalam hal ini komitmen Wali Kota dalam mewujudkan hal ini sudah terbukti.

“Ada 22 Pokdarwis di Kota Balikpapan, keseluruhan bersumber dari pemberdayaan masyarakat. Jadi masyarakat sendiri secara swadaya mengelola potensi kelurahannya,” paparnya.

Tiap kelurahan di Balikpapan juga telah memiliki produk sebagai desa wisata. Saat ini sudah ada 22 pokdarwis. Ini jadi unggulan Kota Balikpapan. Juga akan mendukung Balikpapan sebagai Kota MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions).

“Kemudian komitmen Pemerintah Kota dalam penganggaran. Karena dalam pemberdayaan masyarakat anggaran tidak semata-mata menggunakan anggaran Pemerintah Kota. Diupayakan anggaran yang menggunakan CSR,” ungkapnya.

Selanjutnya adalah Bagaimana Balikpapan melibatkan sinergitas pentahelix. Yakni masyarakat, akademisi, pelaku usaha, media masa, dan tentunya pemerintah dalam membangun desa wisata.

“Ini yang sudah kita lakukan dan jadi poin penting dalam penilaian,” terangnya.

Dirinya berharap bisa mewujudkan harapan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yang menginginkan Kota Balikpapan bisa mendapatkan juara pertama.

Sementara, Camat Balikpapan Tengah, Edi Gunawan menjelaskan, saat ini Kota Balikpapan telah masuk tiga besar regional 3 yang terdiri dari Kalimantan dan Sulawesi. “Saingan kita ada Kota Tarakan, Kota Banjarmasin,” sebutnya.

Edi menuturkan, pada dasarnya Kelurahan Sumber Rejo sudah siap. Termasuk nanti saat pihak penilai melaksanakan verifikasi lapangan. Karena para penilai akan datang ke Kota Balikpapan. “Tapi belum tau kapan. Akan ada beberapa lokasi yang dikunjungi, lima RT,” terangnya.

Termasuk membenahi sesuai masukan dari tim penilai, semua sudah siap. Terutama berkaitan dengan program yang diunggulkan. “Secara inovasi kita tidak kalah lah, dengan daerah lain. Kita mampu bersaing dengan kota lain. Karena kita banyak sekali inovasi,” ungkapnya.

Inovasi ini antara lain anjungan pelayanan publik (Anyaman) yang ada di Sumber Rejo. “Kita siapkan tanpa harus ke kantor. Tidak harus ke kantor, bisa dari rumah,” jelasnya.

“Dan tentu saja Kampung Kang Bejo yang sudah beberapa kali mendapat penghargaan. Juga program inovasi lainnya,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *