Pemkot Balikpapan Tunda Proyek Sekolah Terpadu di BIC, Prioritaskan Pembangunan SMP dan TK di Balikpapan Utara

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memutuskan menunda pembangunan sekolah terpadu di kawasan Balikpapan Islamic Center (BIC) pada tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian anggaran sekaligus pergeseran prioritas pembangunan sektor pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan proyek yang akan dijalankan.

“Dengan kondisi anggaran yang terbatas karena efisiensi, kami harus menetapkan prioritas. Untuk saat ini, hanya satu lokasi yang dipertahankan, yaitu di kawasan Grand City untuk pembangunan SMP dan TK negeri,” ujar Irfan, Senin (4/5/2026).

Menurut dia, pembangunan fasilitas pendidikan di Balikpapan Utara dinilai lebih mendesak guna meningkatkan pemerataan akses layanan pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Saat ini, proyek pembangunan SMP dan TK negeri di Grand City telah memasuki tahap lelang. Pemerintah menargetkan proses tersebut segera rampung agar pembangunan fisik dapat segera dimulai dalam waktu dekat.

“Prosesnya masih lelang. Kami targetkan bulan ini sudah ada pemenang, sehingga pembangunan bisa langsung dikerjakan,” kata Irfan.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp23 miliar.

Pembangunan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan fasilitas pendidikan yang terus meningkat, khususnya di kawasan Balikpapan Utara yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat.

Penundaan proyek sekolah terpadu di BIC sendiri belum dipastikan hingga kapan akan berlangsung. Pemerintah menyatakan akan kembali mempertimbangkan proyek tersebut setelah kondisi anggaran memungkinkan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar