Persada Bhakti Balikpapan Belajar Langsung Teknologi Pengolahan Air Bersih

PDAM Balikpapan
Sejumlah siswa SMK Persada Bhakti Balikpapan mendapat kesempatan melihat langsung proses pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Tembak milik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Kamis (15/10/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Sejumlah siswa SMK Persada Bhakti Balikpapan mendapat kesempatan melihat langsung proses pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Tembak milik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Kamis (15/10/2026).

Kunjungan industri tersebut menjadi bagian dari pembelajaran siswa untuk mengenal lebih dekat dunia kerja sekaligus memahami teknologi yang digunakan dalam menyediakan air bersih bagi masyarakat.

Rombongan siswa diterima Supervisor Humas dan Customer Service PTMB, Suryo Hadi Prabowo. Dalam kunjungan itu, para siswa tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi juga melihat secara langsung tahapan pengolahan air baku hingga menjadi air bersih.

Suryo menjelaskan, salah satu hal yang dipelajari siswa adalah sumber air baku yang digunakan di IPA Gunung Tembak, yakni berasal dari sumur dalam.

“Di IPA Gunung Tembak ini, siswa bisa melihat langsung bagaimana air baku dari sumur dalam diproses melalui beberapa tahapan hingga menghasilkan air bersih,” ujar Suryo.

Menurut dia, terdapat dua sistem penting yang menjadi bagian dari proses pengolahan air di IPA Gunung Tembak, yakni sistem aerasi dan Dissolved Air Flotation (DAF).

Sistem aerasi digunakan untuk mengoksidasi kandungan tertentu yang terdapat dalam air baku. Proses tersebut juga membantu mengurangi bau dan rasa serta meningkatkan kualitas air sebelum memasuki tahapan pengolahan berikutnya.

“Proses aerasi menjadi salah satu tahapan awal untuk membantu meningkatkan kualitas air baku, termasuk mengurangi bau dan rasa yang mungkin terdapat di dalam air,” katanya.

Sementara sistem DAF digunakan untuk memisahkan partikel dan zat pencemar dari air melalui gelembung udara berukuran sangat kecil.
Gelembung udara tersebut membantu mengangkat partikel kotoran ke permukaan sehingga lebih mudah dipisahkan dari air.

Setelah melalui proses tersebut, kualitas air menjadi lebih jernih sebelum melanjutkan ke tahapan pengolahan berikutnya.
Para siswa tampak antusias mengikuti penjelasan dan mengamati langsung cara kerja kedua sistem tersebut.

Suryo mengatakan, kunjungan industri seperti ini penting karena memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda dibandingkan hanya mempelajari materi di ruang kelas.

“Harapannya, siswa mendapatkan gambaran nyata mengenai teknologi pengolahan air dan memahami bahwa penyediaan air bersih membutuhkan proses serta pengelolaan yang baik,” ujarnya.

Selain menambah wawasan mengenai teknologi pengolahan air, kunjungan tersebut juga diharapkan dapat memperkenalkan kepada siswa mengenai dunia kerja dan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

PTMB juga berharap kegiatan serupa dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, khususnya dalam memberikan pengalaman praktis kepada siswa mengenai pengelolaan air bersih yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Tinggalkan Komentar