PINTU Perluas Akses Aset Tokenisasi, Bidik Ratusan RWA di 2026
Jakarta, Gerbangkaltim.com — PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperluas layanan investasi aset digital dengan memperkuat kolaborasi bersama Ondo Finance untuk menghadirkan lebih banyak aset dunia nyata yang ditokenisasi atau tokenized real-world assets (RWA) bagi investor Indonesia.
Langkah tersebut disampaikan dalam Pintu VIP Private Media Gathering yang digelar di Veranda, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).
Dalam kesempatan itu, PINTU juga memperkenalkan layanan Pintu VIP Private yang ditujukan bagi nasabah dengan aktivitas trading dan aset kelolaan dalam jumlah tertentu.
Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, kebutuhan trader premium di Indonesia terus berkembang seiring dengan semakin matangnya ekosistem aset kripto nasional.
“Mereka tidak hanya mencari return, tetapi juga membutuhkan layanan yang personal, respons cepat, serta kepastian bahwa aset yang mereka kelola berada dalam ekosistem yang aman, patuh, dan terlindungi,” kata Andy.
Menurut dia, Pintu VIP Private dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan mengutamakan keamanan, kepatuhan, dan perlindungan nasabah.
Data internal PINTU sepanjang paruh pertama 2026 menunjukkan pengguna VIP menyumbang lebih dari 40 persen volume perdagangan di platform tersebut.
Kontribusinya mencakup lebih dari 40 persen volume perdagangan spot dan lebih dari 30 persen volume perdagangan futures.
Kontribusi pengguna VIP juga meningkat pada layanan Pintu Futures. Pangsa volume perdagangan dari pengguna VIP tercatat naik dari lebih dari 20 persen pada Februari 2026 menjadi lebih dari 35 persen pada Mei 2026.
PINTU menyebut peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya aktivitas trader berpengalaman pada instrumen derivatif kripto.
Futures juga digunakan sebagai salah satu instrumen untuk strategi perdagangan jangka pendek dan pengelolaan risiko di tengah volatilitas pasar.
Layanan khusus nasabah premium
Andy menjelaskan, Pintu VIP Private memiliki perbedaan dengan status VIP reguler. Program tersebut diperuntukkan bagi nasabah yang memenuhi kualifikasi internal PINTU berdasarkan volume perdagangan dan jumlah aset yang dikelola.
Nasabah yang memiliki status setara dari platform aset kripto lain juga dapat mengajukan status match untuk dipertimbangkan masuk ke dalam program VIP Private.
Adapun fasilitas yang diberikan mencakup relationship manager pribadi, promosi eksklusif, serta dukungan prioritas untuk transaksi.
Di sisi lain, PINTU juga memperluas kolaborasi dengan Ondo Finance untuk menambah pilihan aset tertokenisasi yang dapat diakses investor Indonesia.
Andy mengatakan, tokenisasi aset dunia nyata membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap berbagai aset global dalam bentuk digital.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin baik dengan Ondo Finance dalam menghadirkan lebih banyak pilihan aset tertokenisasi bagi pengguna PINTU,” ujar Andy.
“RWA membuka jalan bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur terhadap aset-aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks, hingga komoditas yang bisa didapat secara fractional dan terjangkau, tanpa harus keluar dari ekosistem yang teregulasi,” lanjutnya.
Dari empat menjadi hampir 50 token
PINTU tercatat mulai mencantumkan aset tertokenisasi Ondo Finance sejak Desember 2025. Saat itu, terdapat empat token yang tersedia. Jumlah tersebut kini berkembang menjadi hampir 50 token.
PINTU menargetkan jumlah aset tertokenisasi Ondo yang tersedia di platformnya dapat berkembang menjadi ratusan aset hingga akhir 2026.
“Komitmen ini adalah bagian dari visi jangka panjang PINTU membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA yang komprehensif bagi investor Indonesia,” kata Andy.
Aset yang ditawarkan mencakup sejumlah saham global, seperti Apple dan NVIDIA, serta ETF dan indeks seperti S&P 500 dan Nasdaq. Selain itu, terdapat pula aset berbasis komoditas seperti emas dan perak.
Menurut PINTU, aset tersebut dapat diakses secara fractional dengan denominasi rupiah melalui satu aplikasi.
Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam perkembangan aset dunia nyata yang ditokenisasi.
“Potensi tokenized real-world assets secara global sangat besar, dan Indonesia semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pasar yang paling menarik di kawasan Asia Pasifik,” kata Rania.
Melalui kerja sama dengan PINTU, Ondo Finance ingin menghadirkan saham dan ETF global secara on-chain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik bagi investor Indonesia.
“Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk bersama-sama membangun peluang yang lebih besar di Indonesia,” ujar Rania.
Secara global, RWA menjadi salah satu segmen yang berkembang dalam industri aset kripto. PINTU menyebut nilai aset RWA on-chain di luar stablecoin telah tumbuh sekitar empat kali lipat dalam setahun terakhir, dengan nilai sekitar 25 miliar-35 miliar dollar AS.
Perkembangan tersebut antara lain didorong masuknya sejumlah institusi keuangan global ke sektor tokenisasi aset.
PINTU menyatakan akan terus memperluas pilihan aset tertokenisasi sekaligus mengembangkan layanan bagi nasabah premium.
Meski demikian, Andy mengingatkan bahwa investasi aset kripto dan aset tertokenisasi tetap memiliki risiko tinggi serta volatilitas yang signifikan.
“Calon investor perlu memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi,” kata Andy.
BACA JUGA
