PLN
Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah atau UPTD TPAS Manggar bekerjasama dengan PT PLN (Persero) mengembangkan inovasi Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan mengubah sampah menjadi bahan bakar jumputan padat (BBJP), Selasa(4/10/2022).

PLN Gandeng UPTD TPAS Manggar Olah Sampah Jadi BBJP

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah atau UPTD TPAS Manggar bekerjasama dengan PT PLN (Persero) mengembangkan inovasi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Dalam inovasi ini, PT PLN mengusulkan inovasi dalam pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar jumputan padat (BBJP) yang sudah diuji dan kemudian diresmikan hari ini.

“Kita melakukan launching bahan bakar jumputan padat (BBJP) di TPAS Manggar ini. Program ini sudah kita usung sejak awal 2022 kemarin,” ujar, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Balikpapan, Otniel Marrung, Senin (4/10/2022).

Otniel mengatakan, apa yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan PT PLN dalam mengurangi sampah yang masuk ke zona landfill di TPAS Manggar yang semakin hari semakin bertambah. Dimana, produk yang dihasilkan dari pengolahan sampah menjadi BBJP di TPAS Manggar ini, juga akan menjadi tambahan/substitusi bahan bakar batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), khususnya PLTU Teluk Balikpapan.

“Nantinya, penggunaan batu bara kami akan berkurang karena disupport dari BBJP ini, masih berkaitan juga dengan komitmen kita net zero emission pada 2060,” tegasnya.

Program kerja sama ini sepenuhnya menggunakan anggaran CSR (Corporate Social Responsibility) PT PLN yang nantinya akan dikelola secara mandiri oleh pengurus UPTD TPAS Manggar.

Otniel menjelaskan, secara teknis, bahan dasar produksi BBJP berbentuk pelet dihasilkan dengan mencampur 5-10 persen sampah anorganik dan sisanya menggunakan sampah organik.

Selain pelet, produk BBJP yang dikembangkan juga ada yang berbentuk woodchip dengan bahan dasar sampah kayu.

“Kami juga sudah uji bakar 14,5 ton BBJP ke boiler kita di PLTU Teluk Balikpapan,” paparnya.

Dikatakannya, kedepan kalau memang ada yang ingin mengembangkan inovasi ini, semisal investor atau Pemkot Balikpapan sendiri, PT PLN dengan sangat terbuka mempersilahkan.

“Tapi, tentunya dengan kapasitas yang lebih besar. Nanti produknya dengan senang hati kami yang beli,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *