Polres Paser Bekali Pelajar SMAN 1 Tanah Grogot Paham AI

Polres Paser
Tim Senopati Academy Polres Paser memberikan sosialisasi Program Paham AI kepada 30 siswa SMAN 1 Tanah Grogot untuk memperkuat literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

PASER, Gerbangkaltim.com — Paham AI menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Melihat perkembangan tersebut, Polres Paser melalui Tim Senopati Academy menggelar sosialisasi Program “Paham AI” bagi 30 siswa-siswi terpilih SMAN 1 Tanah Grogot, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat literasi digital pelajar sekaligus mendorong mereka memahami kecerdasan buatan secara lebih bijak. Bukan hanya mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan, para peserta juga diajak memahami risiko yang dapat muncul ketika teknologi digunakan tanpa pengetahuan dan tanggung jawab.

Sosialisasi dibuka oleh Leader of Trainer Senopati Academy Polres Paser, Ipda Hariyanto Meydinata Tarigan, S.H. Dalam penyampaiannya, ia mendorong para pelajar agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mempertimbangkan manfaat, risiko, serta etika ketika memanfaatkan AI.

Menurutnya, perkembangan AI membuka banyak peluang bagi generasi muda. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu proses belajar, mencari ide, mengembangkan kreativitas, hingga menunjang berbagai aktivitas produktif.

Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diiringi kemampuan berpikir kritis.

Pelajar Diajak Kritis Hadapi Informasi Digital

Melalui Program Paham AI, peserta mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan secara positif. Para siswa juga diarahkan agar mampu memahami informasi yang dihasilkan atau diperoleh melalui teknologi digital secara lebih cermat.

Kemampuan memilah informasi menjadi penting karena ruang digital tidak hanya menyediakan pengetahuan yang bermanfaat. Di dalamnya juga terdapat risiko berupa informasi palsu, penipuan, manipulasi informasi, hingga berbagai bentuk kejahatan siber.

Karena itu, literasi AI tidak berhenti pada kemampuan menggunakan aplikasi atau teknologi. Pelajar juga perlu memahami batasan penggunaannya serta mempertimbangkan dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Sebanyak 30 siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka menyimak materi yang disampaikan para trainer Senopati Academy Polres Paser sebagai bagian dari penguatan pemahaman mengenai teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.

Ipda Hariyanto mengatakan, penggunaan teknologi harus berjalan beriringan dengan pengetahuan dan tanggung jawab.

“Pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan dan tanggung jawab. Kami berharap melalui Program Paham AI, para siswa dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk hal-hal positif sekaligus mampu melindungi diri dari berbagai risiko di ruang digital,” ujar Hariyanto.

AI Jadi Peluang Sekaligus Tantangan

Perkembangan kecerdasan buatan memberikan peluang baru bagi dunia pendidikan. Pelajar dapat memanfaatkannya sebagai salah satu alat bantu untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengembangkan kemampuan.

Namun, penggunaan AI secara bertanggung jawab tetap diperlukan. Pelajar perlu memahami bahwa teknologi bukan pengganti kemampuan berpikir, melainkan alat yang penggunaannya harus disertai verifikasi dan pertimbangan yang tepat.

Edukasi seperti yang dilakukan Polres Paser juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenali tantangan keamanan digital sejak dini. Pemahaman tersebut diharapkan membantu siswa lebih berhati-hati ketika menerima informasi, menggunakan layanan digital, maupun berinteraksi di dunia maya.

Polres Paser berharap peserta yang mengikuti sosialisasi dapat meneruskan pengetahuan tersebut di lingkungan sekolah dan pergaulan mereka. Dengan demikian, literasi digital tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dalam menggunakan teknologi sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan perhatian Polres Paser terhadap kesiapan generasi muda menghadapi perubahan teknologi. Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, kemampuan menggunakan teknologi secara cerdas, kritis, aman, dan beretika menjadi bagian penting dari bekal generasi masa depan.

Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur

Tinggalkan Komentar