Renungan HUT ke-76  Bhayangkara, Mampukah  Budi  “Menembak ‘ Hati   Masyarakat  Paser. ?

Oleh : Ropii Wartono

SAAT menyampaikan sambutan pada acara ramah tamah dan pisah sambut pejabat Polres Paser, awal Januari lalu,  AKBP Kade Budiyarta,  Kapolres Paser yang  baru  mengatakan bahwa ia bersama anggotanya  akan  ‘menembak’  hati masyarakat Kabupaten Paser  agar institusi yang dipimpinya dicintai masyarakat.

Harapan Kade Budiyarta ini tentu patut kita dukung bersama.   Apalagi, di awal dia menjadi Kapolres Paser,  baru saja terjadi peristiwa kriminal  yang berujung  pada konflik sosial.

Sebagai pimpinan tertinggi  Polres Paser  yang bertanggungjawab dalam urusan kamtibmas, ia menyadari benar bahwa keberhasilan tanggunjawab institusinya  perlu dukungan seluruh komponen masyarakat.

Keterbatasan personil maupun sarana yang dimiliki Polres Paser dengan wilayah hukum kerja Kabupaten Paser yang luasnya 11.604 Km2 tentu menjadi persoalan dalam memberikan pelayanan yang optimal.

Karena itu, dengan dicintai masyarakatnya, Polres Paser akan mendapat dukungan dari dari seluruh komponen masyarakat dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Bumi Daya Taka ini.

Keberhasilan dan kepiawaian dalam mengungkap kasus kejahatan di masyarakat tentu menjadi prestasi bagi institusi Polri. Soal ini, tentu tidak perlu diragukan kepemimpinan AKBP Kade Budiyarta. Apalagi jika menilik riwayat penugasan perwira menengah Polri ini pernah menjadi Kapolsek di kota metropolitan Jakarta yang tingkat kejahatan dan gangguan kamtibmasnya cukup tinggi.

Kondisi masyarakat kabupaten Paser tentu berbeda dengan kondisi masyarakat di wilayah kota metropolitan. Tingkat kriminalitas dan gangguan kamtibmas tak setinggi seperti di wilayah kota metropolitan.

Meski beda kuantitas dalam tingkat kriminalitas maupun gangguan kamtibmas, namun secara kualitas atau efek dari gangguan kamtibmas di Paser bisa lebih besar dari kota metropolitan jika tidak dikelola dengan baik oleh Kapolres Paser. Karena tidak jarang dalam sebuah kasus kriminal biasa sangat rawan atau berpotensi diseret-seret ke kesukuan sehingga makin menambah beban berat aparat kepolisian. Dan seandainya sudah menjalar ke konflik sosial, gemanya bisa menasional, apalagi, Kabupaten Paser merupakan salah satu daerah penyangga Ibu kota negara (IKN). Media-media nasional pasti akan menyoroti sehingga peristiwa lokal menjadi isu nasional.

Di awal bulan Juli ini, bertepatan dengan Hari Bhayangkara, kepemimpinan AKBP Kade Budiyarta akan memasuki bulan ketujuh. Semoga ‘ tembakan’  ke Hati Masyarakat Paser  sudah tercapai. Selamat HUT- ke 76 Bhayangkara…!!

Penulis :  Ketua PWI Paser

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.