Safari Ramadan Otorita IKN Pererat Silaturahmi dan Tampung Aspirasi Warga di Wilayah Delineasi Nusantara

Safari Ramadan Otorita IKN
Safari Ramadan diselenggarakan di 4 kecamatan di wilayah Delineasi IKN pada 3-16 Maret 2026.

Gerbangkaltim.com, Nusantara – Dalam rangka memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita IKN) menggelar rangkaian kegiatan Safari Ramadan di sejumlah wilayah yang masuk dalam kawasan delineasi pembangunan IKN. Kegiatan ini berlangsung pada 3 hingga 16 Maret 2026 dan dilaksanakan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Samboja, Kecamatan Muara Jawa, Kecamatan Loa Janan, serta Kecamatan Samboja Barat.

Program Safari Ramadan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempererat komunikasi sosial antara Otorita IKN dengan masyarakat yang berada di sekitar kawasan pembangunan ibu kota baru, Ibu Kota Nusantara. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan tersebut juga bertujuan membuka ruang dialog bagi warga untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan yang tengah berlangsung.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut, mulai dari silaturahmi bersama tokoh masyarakat, penyampaian tausiyah keagamaan, buka puasa bersama, hingga pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Kehadiran jajaran Otorita IKN dalam kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog secara langsung.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan bahwa Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat di wilayah delineasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif.

“Melalui Safari Ramadan ini kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Selain menjalin silaturahmi, kami juga ingin mendengar secara langsung harapan dan aspirasi warga terkait pembangunan IKN,” ujar Alimuddin.

Dalam dialog yang berlangsung secara santai, masyarakat menyampaikan sejumlah harapan terhadap pembangunan di kawasan tersebut. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan akses air bersih bagi sekitar 40 ribu penduduk yang tinggal di wilayah tersebut, meskipun lokasinya tidak jauh dari aliran Sungai Mahakam.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan fasilitas pendidikan tinggi di kawasan sekitar IKN guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Saat ini, beberapa pihak tengah mengupayakan penyediaan lahan untuk mendukung rencana pembangunan perguruan tinggi tersebut.

Aspirasi lain yang disampaikan warga adalah kebutuhan peningkatan konektivitas wilayah, termasuk harapan agar terdapat pintu tol di wilayah Muara Jawa untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengapresiasi kegiatan Safari Ramadan yang digagas Otorita IKN. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di tengah proses pembangunan ibu kota negara yang sedang berjalan.

“Safari Ramadan ini membuat masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam pembangunan yang sedang berlangsung. Kami berharap komunikasi seperti ini terus dilakukan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Safari Ramadan yang berlangsung selama dua pekan tersebut, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Selain menjadi sarana mempererat kebersamaan di bulan suci, kegiatan ini juga menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi warga demi mendukung pembangunan IKN yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Tinggalkan Komentar