Pemkot
Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Ani Mufidah

Sehari Disnaker Terbitkan 35-45 Ribu Kartu Kuning

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Balikpapan menyatakan setiap harinya menerbitkan sebanyak 35-45 ribu kartu kuning atau AK1. Peningkatan jumlah permintaan kartu ini menyusul telah digunakan sistem online secara penuh oleh Disnaker Kota Balikpapan. l

Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Ani Mufidah mengatakan, dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, Disnaker Kota Balikpapan telah meluncurkan layanan pembuatan kartu kuning dengan menggunakan sistem Online.

“Jadi para pencari kerja tidak perlu lagi datang ke kantor Disnaker Kota Balikpapan. Mereka bisa mendaftar, mengisi formulir dan wawancara secara online, dan kartu bisa langsung diterbitkan diakuinya masing-masing pembuat,” ujarnya, Sabtu (12/11/2022).

Ani menambahkan, penggunaan sistem online yang diterapkan ini sudah tuntutan zaman dengan semakin majunya digitalisasi, selain itu gedung yang digunakan saat ini oleh Disnaker Kota Balikpapan juga bersama dengan pelayanan publik dari BKPSDM, BPPDRD Kota Balikpapan yang pengguna layanannya sangat banyak otomatis dengan pelayanan online full mengurangi tempat parkir.

“Untuk 2023 mendatang aplikasi untuk pelayanan kartu kuning juga diakuisisi dan diintegrasikan ke dalam Balikpapan Singel Window yang diakomodir oleh Diskominfo Kota Balikpapan,” paparnya.

“Adapun pembuatan Kartu Kuning dalam setahun, kami bisa melayani 35 ribu hingga 45 ribu pembuatan kartunya,” sambungnya.

Dikatakannya, untuk memudahkan pelayanan yang lain, layanan online Disnaker Balikpapan juga sudah membuka layanan konsultasi online untuk penempatan tenaga kerja yakni Halo Penta, untuk pelatihan ada Halo Lattas, untuk hubungan industrial ada Halo HI.

“Jadi mereka bisa mendaftar antrean disitu, nanti yang menelpon dari petugas kami, bagi yang mengisi dan mau konsultasi jam berapa ditentukan,” ungkapnya.

Selain itu, untuk memudahkan layanan sekarang Disnaker Balikpapan juga melakukan mediasi melalui online zoom, karena banyak perusahaan-perusahan yang ada di Kota Balikpapan owner atau manajemennya tidak berada di Balikpapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *