1

Tahun 2022, PLN Berhasil Turunkan Gangguan Hingga 25 Persen

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Electrizen, lampaui target, dengan digitalisasi proses bisnis, PLN berhasil menurunkan intensitas gangguan kelistrikan pelanggan hingga lebih dari 25 persen sepanjang tahun 2022.

Capaian ini diperoleh dari keberhasilan perseroan dalam menurunkan durasi gangguan per pelanggan hingga 27 persen dan frekuensi gangguan per pelanggan hingga 25 persen.

Capaian ini adalah buah dari transformasi pada sisi layanan pelanggan. Dalam situasi pascapandemi PLN berhasil menata ulang cara pandang pengembangan bisnis yang dulunya stagnan menjadi dinamis dan forward looking.

Proses bisnis yang tadinya berserak juga di-streamline-kan sehingga pelayanan pelanggan semakin cepat dan memuaskan.

Capaian PLN tersebut tidak terlepas dari transformasi digital di sisi pelayanan pelanggan melalui Super Apps PLN Mobile.

Semua kebutuhan pelanggan teratasi dengan kehadiran PLN Mobile.

Bahkan kini pelanggan bisa berkomunikasi langsung dengan kami lewat fitur khusus dalam aplikasi ini.

Yuk segara download aplikasi PLN Mobile. Semua Makin Mudah!




Tahun 2022, BNNK Balikpapan Ungkap Ganja Cair Pertama di Kaltim

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Balikpapan mengungkap sedikitnya 6 kasus penyalahgunaan narkotika terjadi di Balikpapan sepanjang tahun 2022. Salah satunya adalah pengungkapan ganja cair yang pertama di Kaltim yang digunakan sebagai campuran liquid rokok elektrik.

Kepala BNNK Balikpapan, Risnoto mengatakan, dari 6 kasus pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba ini BNNK Balikpapan berhasil mengamankan sebanyak 10 orang tersangka. Dimana dalam pengungkapan ini berhasil disita barang bukti sebanyak 0,44 gram sabu, 4.890 gram ganja, 11,96 gram ganja sintetis dan 12,7 mililiter ganja cair.

“Pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti ganja cair ini merupakan pengungkapan yang pertama di Kota Balikpapan,” ujarnya, Jumat (30/12/2022) pada saat Pres Rilis Akhir Tahun 2022 di Kantor BNNK Balikpapan.

Risnoto menjelaskan, pengungkapan kasus narkotika jenis ganja cair ini berawal dari pesan oleh salah seorang tersangka melalui media social di Balikpapan.

“Sekarang pemesanan barang haram ini, sudah banyak cara termasuk menggunakan media social,” ungkapnya.

Dan untungnya, katanya, BNNK Balikpapan yang bekerjasama dengan sejumlah stakeholder terkait berhasil mendapatkan tentang proses pengiriman narkotika dengan jenis barang yang terbilang baru tersebut yang dikirim dari Jakarta.

“Melalui control delivery. Jadi sejak ekspedisi dari kota asal, kita sudah tahu bakal dikirim ke sini (Balikpapan). Jadi kita sudah siaga,” ucapnya.

Risnoto menjelaskan, untuk keseluruhan kasus sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk diproses hukum lebih lanjut.

BNNK Balikpapan, katanya, selalu mengimbau masyarakat agar waspada terkait peredaran narkotika dengan bentuk yang terus beragam.

“Kondisi tersebut menggambarkan semakin beragamnya modus operandi peredaran gelap narkotika di Kota Balikpapan,” tutupnya.




Tahun 2022, Program L2T2 Melonjak Hingga 10 Ribu Pelanggan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Perumda Tirta Manuntung Sukses melalui Bagian Instalasi Pengelolaan Air Limbah saat ini terus menggalakan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) di Kota Balikpapan.

Pada saat diluncurkan, di tahun 2018 jumlah peserta progam ini sebanyak 456 pelanggan, namun di tahun 2022 ini jumlahnya melonjak hingga 10.000 pelanggan. Dimana penarikan iuran telah dilakukan sejak tahun 2021 lalu.

“Pada 2020, pertumbuhan pelanggan itu hampir 4.000 lebih. Pada 2021 ada 3.800, sekarang di tahun 2022 sudah 10.150 pelanggan,” ujar Kabag IPAL Perumda Tirta Manuntung H Sungkowo, Minggu (31/7/2022).

Sungkowo menambahkan, masyarakat yang sudah menjadi pelanggan PDAM awalnya belum mengetahui program ini. Namun dengan gencarnya sosialisasi dilakukan, maka kepesertaannya semakin banyak. Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga terus melakukan kampanye hidup sehat, terutama soal penampung limbah tinja dan bersih dan tidak merusak lingkungan.

“Apalagi, sudah diserahkan program L2T2 dari Kementerian PUPR provinsi yang kapasitas 20 meter kubik per hari,” paparnya.

Dalam perhitungan Kementerian PUPR, sambungnya, setiap rumah tangga dengan penghuni 5-6 orang, harus rutin melakukan pengurasan atau sedot tinja tiap 3-4 tahun sekali. Dimana bak penampung tinja harus disemen rapat dan memiliki ruang angin serta akses sedot yang aman dan bersih.

“Kalau lebih dari itu kapasitas (lebih 6 orang rumah) harus rutin disedot. Memang hanya 1,5 kubik, tapi saat dia kembali belum jatuh tempo, dia harus bayar sisanya,” paparnya.

Misalnya, peserta sudah menabung Rp 200 ribu, tapi belum jatuh tempo sudah sedot kembali karena rumahnya memiliki kos.

“Nah, volume misalnya rumah kos sudah penuh WC-nya, dua tahun dihitung dana yang masuk ke kami, nanti kurangnya baru bayar,” ungkapnya.

Selain murah, katanya, program langganan sedot WC ini juga tidak membebani karena pelanggan menabung dahulu setiap bulan Rp 9.500 selama 3-4 tahun.

“Memudahkan dalam pelayanan kepada pelanggan tidak membebankan ke pelanggan. Setiap bulan diangsur Rp 9.500 dalam rekening air PDAM dikali umur rekening 3-4 tahun. Tidak sekaligus dibayar tanpa harus menelepon jika sudah masuk dalam jadwal penyedotan tinja,” ucapnya.

Persyaratannya pun mudah meliputi berlangganan Air PDAM, memiliki septic tank, dan jarak dari rumah ke jalan maksimal 50 meter serta punya akses lobang sedot diameter 4 inci.

Untuk kendaraan penyedot ini, PDAM bekerja sama pihak traportir, dimana setiap pekan dilakukan penyedotan kepada pelanggan yang sudah masuk dalam jadwal penyedotan. Dan penyedotan dilakukan rekanan yakni TMS dan Andi Bunga Lemo

“Kita kerja sama dengan swasta dalam hal pengangkutan atau tranportirnya. Kita tidak menutup rezeki yang memiliki usaha per orang. Kita rekrut supaya bisa menambah nilai tambah. Tidak cari pelanggan, tapi dari kami berikan pekerjaan sesuai pelanggan kami,” tutupnya.




Tahun 2022, Wali Kota Pastikan Pembangunan Sekolah dan Beri Seragam

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan secara bertahap terus melaksanakan visi dan misi Wali Kota Balikpapan, dimana salah satunya melakukan pemerataan Pendidikan. Selain menambah sarana dan prasarana, sumber daya manusianya juga menjadi perhatian.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, untuk pemerataan Pendidikan, Pemkot Balikpapan pada tahun 2022 ini akan mulai membangun 2 unit sekolah baru yang dilaksanakan dengan skema pendanaan tahun jamak (multiyears).

“Adapun nilainya sebesar Rp 90,73 milyar, yang terdiri dari pembangunan SMP di kecamatan Balikpapan Barat dan rencana pembangunan SD dan SMP terpadu di kecamatan Balikpapan Selatan,” ujar Rahmad Mas’ud, Rabu (9/2/2022).

Ditambahkan Rahmad, tidak hanya itu, Pemkot Balikpapan juga akan diberikan subsidi pendidikan kepada sekolah swasta dengan jumlah siswa yang mendapat subsidi SPP jenjang sekolah dasar sebanyak 19.859 siswa dengan dana subsidi sebesar Rp. 75 ribu per siswa.

“Sedangkan jenjang sekolah menengah pertama sebanyak 13.284 siswa dengan dana subsidi Rp 110 ribu per siswa,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Balikpapan juga memastikan pembagian seragam gratis dilaksanakan pada tahun 2022 ini. Program pembagian seragam sekolah gratis ini merupakan salah satu realisasi janji politik dari Wali Kota Balikpapan yang baru, Rahmad Mas’ud ketika mencalonkan diri di Pilkada Balikpapan 2020 lalu.

“Program tersebut telah dimasukan dalam rencana pembahasan APBD Kota Balikpapan tahun 2022 dan program tersebut merupakan salah satu realisasi dari visi dan misi kami,” terangnya.

Menurutnya, program bantuan ini berlaku bagi pelajar yang bersekolah di tingkat SD, SMP hingga SKB dimulai tahun 2022.
Dia menuturkan, penerima program bantuan seragam, hanya diberikan kepada pelajar yang baru mulai masuk sekolah. Seperti kelas 1 SD, 7 SMP dan SKB. Namun untuk pelajar TK tidak diberikan, karena seragamnya berbeda-beda.

Rencananya, menurut Rahmad setiap siswa akan mendapatkan bantuan tiga stel seragam sekolah yang terdiri dari seragam pramuka, batik, merah putih untuk SD atau putih biru untuk SMP. Dengan bantuan untuk masing-masing pelajar.

“Untuk anggarannya akan berbeda-beda di setiap bidang. Yang jelas nanti akan ada seragam yang dibagikan kepada pelajar 3 set, yang pertama pramuka, merah putih untuk SD kemudian putih biru untuk SMP dan batik,” tutupnya.




Tahun 2022, 4 Kantor Kelurahan Akan di Bangun

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan menegaskan akan membangun 4 Kelurahan yang sampai saat ini belum memiliki kantor. Salah satunya Kelurahan Mekarsari, Balikpapan Tengah.

“Tadi kita bicara dengan Pak Sekda mudah-mudahan kantor kelurahan yang belum kita miliki, mudah-mudahan tahun ini bisa dibahas,” ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud disela-sela meresmikan Kantor Kelurahan Mekarsari yang baru, Senin (03/01/2021).

Rahmad mengatakan, sejauh ini ada empat kelurahan di Kota Balikpapan yang belum memiliki kantor dan selama ini hanya sewa, dimana salah satunya Kantor Kelurahan Mekarsari, Balikpapan Tengah.

Dalam APBD Perubahan Kota Balikpapan 2022, katanya, akan dianggarkan untuk pembangunannya. Lambat kemungkinan awal tahun 2023 sudah terbangun.

“Insya Allah di (APBD) Perubahan akan kita bangun seluruh kantor kelurahan di Balikpapan,” jelasnya.

Kelurahan Mekarsari kembali menempati kantor baru yang disewa atau pindah ke Jalan Ahmah Yani depan Kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim.

“Ada empat yang belum mudah-mudahan tahun ini bisa dibangunl cepat semua,” paparnya.

Sementara itu, sejak dibongkar delapan tahun lalu, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Balikpapan Tengah hingga kini tak memiliki kantor lagi.

Lurah Mekarsari Mustamin mengatakan, sudah tujuh kali kantor kelurahan terpaksa harus berpindah-pindah. Karena selama ini hanya sewa pakai.

“Sudah 7 kali pindah bekali-kali dengan lurah yang lain. saya baru 3 tahun jadi lurah (Mekarsari), periode saya tiga kali pindah,” ujarnya.

Tahun 2013 Kantor Kelurahan Mekarsari bersama Kantor Kecamatan Balikpapan Tengah di bongkar bersamaan dengan dibongkarnya Gedung Puskib.

Ketika itu lahan Puskib dan lahan Kantor Kelurahan Mekarsari maupun Kantor Kecamatan Balikpapan Tengah akan dibangun pusat perbelanjaan terbesar.

“Karena berada diare itu, Pemerinth Provinsi menjanjikan ketika mall dibangun nanti kantor Camat dan kantor Lurah akan gabung disitu dibangun,” tutupnya.




Tahun 2022, Banjir dan Peningkatan SDM Jadi Perhatian Wali Kota

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota Balikpapan kembali menegaskan akan memproritaskan penanganan penanggulangan banjir dan peningkatan sumber data manusia (SDM) di Tahun 2022

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, salah satu program yang akan dilakukan pemerintah Kota Balikpapan pada tahun 2022 mendatang yakni terkait penanganan banjir di Kota Balikpapan.

“Salah satu yang akan dikerjakan untuk penanganan banjir di akses jalan MT Haryono yang akan mulai dilaksanakan tahun depan,” ujarnya kepada media pada kegiatan pers rilis akhir tahun, Senin (27/12/2021).

Selain itu, tahun depan Pemkot Balikpapan, Kata Rahmad, juga akan membuat kebijakan dan berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Balikpapan agar membuat MoU agar pekerja di Balikpapan menggunakan tenaga kerja asal Balikpapan minimal 60 persen dari jumlah tenaga pekerja.

“Ini yang coba kami komunikasikan dengan perusahaan, agar MoU itu bisa direalisasikan,” tegasnya.

Begitupun dengan sumber daya manusia (SDM) di Pemkot Balikpapan masih terbatas, sehingga saat ini masih dioptimal untuk menempatkan orang-orang yang tepat sesuai di OPD nya.

“Kalau perlu SDM kedepan juga diparipurnakan, sehingga bisa ditempatkan di OPD yang tepat,” tutupnya.




Tahun 2022, BP Jamsostek Kalimantan Bidik Perseta Bukan Penerima Upah

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Kalimantan menyatakan jumlah kepesertaanny masih rendah. Untuk itu di tahun 2022, pihaknya akan berupaya meningkatkan jumlah kepesetaan tersebut.

“Jumlah kepesertaan mereka yang mengikuti BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek di Kalimantan masih sangat rendah. Hal inilah yang menjadi upaya dari BPJamsostek untuk menaikan jumlah kepesertaannya pada 2022 mendatang,” ujar Deputi Direktur BPJamsostek Kalimantan, Rini Suryani, Jumat (24/12/2021).

 

Rini menambahkan, saat ini jumlah kepesertaan di 5 provinsi di pulau Kalimantan total angkanya masih dibawah 50 persen dari total pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah dan pekerja jasa konstruksi.

“Rinciannya kepesertaan penerima upah sekitar 52 persen, bukan penerima upah 66 persen,” ujarnya.

Di tahun 2022, katanya, sasaran utama BP Jamsostek yakni menggandeng para pekerja bukan penerima upah bisa bergabung dengan BP Jamsostek, dan mengikuti lima program yang sudah dicanangkan.

“Saat ini kita di BP Jamsostek ada 4 program, tahun depan kami tambah satu program lagi yakni program jaminan kehilangan pekerjaan,” paparnya.

Selain itu, sambunynya, BP Jamsostek Kalimantan mengharakan sekali ada kontribusi daerah yang bisa membantu khususnya bagi pekerja bukan penerima upah dapat dimasukan dalam program BP Jamsostek seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Kutai Kartanegara,Kaltim.

“Saat ini di Kabupaten Kukar ada 35 ribu pekerja bukan penerima upah yang dibayarkan preminya oleh Pemkabnya, harapan kita kedepan bisa sebagai contoh buat daerah lainnya di Kaltim,” ujarnya.

Di katakana Rini, selama pandemi Covid-19, selain Klaim Jaminan Hari Tua yang terus mengalami peningkatam karena banyak pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kemudian juga banyak perusahan tutup, Jaminan Kematian juga meningkat.

“Tapi yang paling meningkat pencairan program jaminan kematian itu sudah 200 persen, karena banyak juga pekerja yang meninggal akibat covid ini,” tutupnya.




Tahun 2022, DKUMKM Siapkan Program Digitalisasi dan HAKI

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian mengakui jika UMKM (DKUMKMP) di Kota Balikpapan lebih banyak diisi pengusaha perempuan.

“Justru 52 persen pengusaha UMKM di Balikpapan banyak perempuan, 20 persen wirausaha muda yang kategori umurnya 35 tahun ke bawah,” ujar Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra kepada media, Rabu (8/12/2021).

Edo sapaan akrabnya menambahkan, mereka itu rata-rata memiliki usaha banyak yang mandiri dari pada difasilitasi oleh Pemerintah, tapi ketika usaha mulai besar baru minta tolong ke pemerintah.

“Dimana para UMKM itu banyak bergerak di bidang kuliner makan dan minuman rata rata itu yang 58 persen itu kuliner, yang jasa ada 42 persen,” paparnya.

Dikatakan Edo, kalau sekarang usaha mikro minimal punya Rp 1 miliar diluar bangunan dan modal usaha, hampir semuanya usaha mikro di Balikpapan sekarang difasilitasi Pemkot baik dari usaha barunya sampai pembinaan mutunya sampai promosinya.

“Itu semua dilakukan Pemkot Balikpapan, makanya banyak wirausaha kita sudah lumayan berkembang, bahkan sudah ada yang sampai ke London untuk pameran,” jelasnya.

Sementara itu, Program UMKM tahun depan lebih banyak mendorong branding prodak untuk pelatihan-pelatihan digitalisasi dan merk, baik itu secara kemasan, haki, halalnya.

“Mayoritas selama ini mereka pelaku UMKM susah mendapatkan halal, karena produksinya masih menyatu dengan dapur rumah tangga,” ujarnya.
“Untuk itu kami dorong dengan beri pelatihan kepada mereka, agar bisa dapat halalnya,” tegasnya.

Menurut Edo, kalau UMKM yang halal dari data DKUMKMP Kota Balikpapan ada 100 lebih, sementara UM yang dibina oleh DKUMKMP Kota Balikpapan ada 1.400 pelaku.

“Tapi yang memenuhi syarat gak banyak, itu yang mau kita dorong khususnya yang produk kuliner,” terangnya.

“Begitupun dengan industri Kria, kalau dulu sering bawa lampit dan mandau tapi itu produk asli kalimantan, kalau Balikpapan itu yang belum ada itu yang kita cari kan dan didorong untuk mengenalkannya ke luar daerah,” paparnya.

Hal ini juga sejalan dengan program Walikota yang baru yakni pertumbuhan ekonomi kreatif yang di dorong dalam hal ini para anak muda.

“Otomatis kita dorong usia muda kalau dia naik dan bisa matang dalam berwirausaha,” tukasnya.

Edo menambahkan, untuk promosi tahun depan ada dianggarkan Rp 2 miliar dari APBD, sementara khususnya Haki ada dana pusat untuk daerah senilai Rp 185 juta dan pembinaan pendamping ada Rp 200 juta.

“Pertumbuhan wirausaha baru hampir ada anggaran Rp 1,5 miliar dari pusat untuk Balikpapan yang dianggarkan pakai APBN,” tutupnya.




Tahun 2022, Pemkot Balikpapan Dapat DAK Rp68 Miliar Dari APBN

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota Balikpapan akan memperoleh dana alokasi khusus (DAK) fisik dari APBN sebesar Rp68 miliar ditahun 2022. DAK Fisik tersebut akan dimanfaatkan sesuai perencanaan seperti drainase, jalan dan termasuk kegiatan ekonomi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Balikpapan, Agus Budi Prasetyo menjelaskan bahwa anggaran DAK fisik, peruntukannya telah masuk pada perencanaan.

“DAK ini ini peruntukkannya macam-macam. Ada untuk drainase, jalan juga, dan kegiatan ekonomi. Juga lainnya dan yang terpenting untuk sektor pendidikan, kesehatan serta infrastruktur,” ujarnya, Jumat (3/12/2021).

Agus mengakui DAK yang diterima Pemkot Balikpapan tahun 2022 ada penurunan dibanding tahun 2021 lalu. Namun penurunan yang terjadi angkanya tidak besar.

“Penurunannya tidak besar, hanya berkisar 100 jutaan.,” tandasnya.

Sementara itu, usai Presiden Joko Widodo menyerahkan secara resmi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2022 kepada daerah pada pekan lalu. Kini giliran Kota Balikpapan yang akan menerima secara simbolis pada Senin mendatang (6/12/2021).

Kunjungan KPPN tersebut menindaklanjuti penyerahan DIPA kepada kabupaten dan kota dari Provinsi. Dalam penyerahan secara resmi oleh Presiden pada pekan lalu menyampaikan setelah penyerahan DIPA untuk segera melaksanakan ke daerah dan merealisasikannya.

“Wali kota akan menyerahkan DIPA kepada institusi vertikal yang ada di kota Balikpapan. Dan Balikpapan juga akan menerima Dana Alokasi Khusus fisik tahun 2022,” ujar Agus Budi Prasetyo.

Menurut Agus, DIPA akan diserahkan kepada instansi vertikal seperti Polresta Balikpapan, Lapas, dan lainnya.

“Yang ada di Balikpapan. Anggaran tersebut adalah untuk operasional mereka. Wali Kota dalam hal ini mewakili pemerintah untuk menyampaikan anggaran yang bersumber dari APBN tersebut,” jelasnya.

Penyerahan pada institusi vertikal telah dijadwalkan di tanggal 13 hingga 17 Desember nanti. Anggaran ini diberikan secara rutin untuk instansi vertikal, peruntukannya adalah bagi kegiatan instansi tersebut.

“Untuk institusi vertikal belum ketahui besaran angkanya. Baru tahun Senin nanti,” tutupnya.




Tahun 2022, Dinas Perdagangan Balikpapan Fokus Tingkatkan Daya Saing Pasar

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) terus menggencarkan program-program daya saing untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau pedagang pasar yang menjadi program kerja Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan pada tahun 2022.

“Bagaimana pasar itu mau bagus, berdaya saing kalau misalkan tempatnya saja tidak mendukung. Nah, untuk itu kami perlu berbenah. Utamanya itu,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Arzaedi Rachman ditemui usai launching penerapan aplikasi peduli lindungi pada tempat umum dan fasilitas publik di Mall Plaza Balikpapan, Jumat (26/11/2021).

Arzaedi mengatakan, untuk meningkatkan perluasan pedagang pasar diseluruh pasar Balikpapan dengan melakukan kegiatan ekspor. Tentunya pasar yang bernaung Dinas Perdagangan Balikpapan. “Artinya pembanguan pasar itu akan meningkatkan daya saing pedagang,” serunya.

Menurutnya, dengan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung dapat meningkatkan daya saing pasar itu sendiri. “Nah kalau pasar itu bersih, bagus (tempatnya) orang yang masuk ke pasar, ini menjadi daya saing,” ungkapnya.

Tak hanya itu juga, pedagang pasar pun harus dapat bersinergi dengan pemerintah dalam hal ini pengelola pasar setempat, untuk menunjang daya saing seperti halnya kebersihan, kerapian dalam penataan jualan termasuk barang yang dijual pun dalam kondisi yang baik.

“Kami minta kepada pedagang pasar untuk menjaga kebersihan agar higienis. Kami tempuh arah kesana terus,” pungkasnya.

Mengingat Kota Balikpapan mempunyai slogan Kota Beriman yakni Bersih, Indah, Aman dan Nyaman. Tentunya ini menjadi panutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di kota Balikpapan dengan daya saing yang modern.

Kementerian Perdagangan (Kemendang) RI sendiri menargetkan pembangunan dan merevitalisasi 119 pasar rakyat pada tahun ini. Pada tahun 2020 lalu Kemendag telah merevitalisasi 120 pasar rakyat menggunakan dana tugas pembantuan.

Setelah direvitalisasi, pasar rakyat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pedagangnya. Pasar yang telah direvitalisasi juga diharapkan mampu berperan sebagai penyangga ketersediaan bapok, sehingga nantinya akan menjadi barometer stabilisasi harga pangan di tingkat nasional.

“Kenaikan transaksi dari pasar yang nyaman dan sudah direnovasi dengan memenuhi SNI Pasar Rakyat dan protokol kesehatan diharapkan bisa meningkat signifikan,” kata Mendag RI Muhammad Lutfi.

Ia menegaskan program pembangunan dan revitalisasi pasar mendapat perhatian serius pemerintah karena peran strategis pasar rakyat sebagai penggerak perekonomian regional dan nasional, sekaligus wadah interaksi sosial budaya masyarakat sekitar.

“Maka, upaya mengangkat daya saing dan citra pasar rakyat di masyarakat penting untuk dilakukan,” tutupnya.