UMKM Binaan BI Balikpapan Tembus Transaksi Ekspor Rp9 Miliar

UMKM
UMKM binaan Bank Indonesia Balikpapan borong transaksi ekspor Rp9 miliar pada ajang ISEF & TEI 2026. Produk Kaltim tembus pasar Libya.

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan dalam mengakselerasi pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke panggung internasional membuahkan hasil manis. Sepanjang pertengahan Oktober 2026, UMKM binaan dan mitra KPwBI Balikpapan sukses mencatatkan potensi transaksi ekspor lebih dari Rp9 miliar melalui partisipasi pada ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 dan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.

Pencapaian fantastis senilai Rp9,10 miliar tersebut terhimpun dari 14 Letter of Intent (LoI) serta 3 Purchase Order (PO) dari buyer mancanegara, di luar penjualan langsung di lokasi pameran yang mencapai Rp94,04 juta.

Deputi Direktur KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa keikutsertaan UMKM lokal Kalimantan Timur pada ajang ISEF 2026 di JICC Jakarta dan TEI 2026 di ICE BSD Tangerang merupakan langkah terstruktur untuk memperluas akses pasar ekspor sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi inklusif.

Pada ajang ISEF 2026, produk modest fashion dari HHarum dan Rumah Ampiek tampil memukau di panggung IN2MOTIONFEST x JMFW. Sementara itu, produk kuliner Bungas Wedang Dayak sukses mengamankan kesepakatan ekspor ke Belanda dan Australia senilai Rp741 juta.

Sementara pada perhelatan TEI 2026 yang dihadiri ribuan pembeli internasional, tujuh UMKM mitra BI Balikpapan—termasuk Bonles Food, Koperasi Kriya Inovasi Mandara (KIM), Mantau Fya, Salakilo, Amplang Ikan Asik, Gunaco, dan Fixty—berhasil memikat para trader dunia. Pasar ekspor terbesar yang ditembus meliput negara Libya dengan porsi transaksi mencapai 79,9 persen (Rp6,68 miliar), disusul Vietnam, Tiongkok, Australia, dan Korea Selatan.

“Keikutsertaan UMKM Kaltim pada pameran dagang internasional ini tidak hanya membuka peluang transaksi langsung, tetapi juga melatih kemampuan market intelligence pelaku usaha daerah agar produk mereka makin presisi memenuhi standar kebutuhan global,” ujar Robi Ariadi, Selasa (20/10/2026).

Menindaklanjuti capaian positif ini, Bank Indonesia Balikpapan berkomitmen mengawal secara ketat proses realisasi ekspor. Pihaknya bersama pemerintah daerah akan memberikan pendampingan intensif mulai dari pengiriman sampel, pemenuhan sertifikasi ekspor, kelayakan kemasan, hingga jaminan keberlanjutan kapasitas produksi.

Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan

Tinggalkan Komentar