Pemkot
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud

Wali Kota Akan Telusuri Mahalnya Karcis Parkir Saat Konser Musik di Batakan

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan akan mempelajari kasus penarikan karcis parkir yang di lakukan LPM Manggar yang menjadi keluhan warga saat menyaksikan konser di Stadion Batakan, Balikpapan, Kaltim.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengakui, bahwa pengadaan karcis parkir yang dilakukan pada pelaksanaan konser musik Stadion Batakan, Balikpapan, Kaltim, tidak ada kerjasama dengan Pemkot Balikpapan. Padahal, Stadion Batakan, Balikpapan, Kaltim merupakan aset pemerintah.

“Kita akan coba telusuri, stadionkan aset daerah kalau parkirnya di luar area stadion kita tanyakan nanti. Gak boleh sebenarnya, tapi kita lihat dulu apa penyebabnya,” ujar Rahmad Mas’ud, Senin (30/8/2022).

Sementara itu, Ketua LPM Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Gasali mengatakan, LPM Manggar sebenarnya tidak mengambil keuntungan dari pengelolaan parkir di Stadion Batakan tersebut.

Gasali menambahkan, pihaknya hanya mewadahi sejumlah ormas yang mengajukan untuk mengelola parkir pada saat acara tersebut. Dimana total ada sebanyak 28 ormas yang terlibat dalam kegiatan penarikan tarif parkir di Stadion Batakan Balikpapan.

“Jadi kalau bicara pengelola memang kita mengatasnamakan LPM Manggar, tapi hanya untuk mewadahi ada 28 OKP dan ormas yang bergabung di situ,” jelasnya.

Dikatakannya, sesuai kesepakatan bersama ormas uang yang dilibatkan, bahwa uang yang terkumpul akan dibagi rata ke masing-masing ormas.

Gasali juga mengakui, bahwa uang parkir yang dikumpulkan tidak ada yang disetor ke kas daerah, seluruhnya dibagi rata dengan ormas yang terlibat.

“Hasil kesepakatan kemarin itu, semua OKP dibagi rata. Murni kami tujuannya turun ke sana, bukan untuk mencari sesuap nasi, tapi lebih menjaga kondusifitas ketertiban yang ada di Balikpapan Timur,” ucapnya.

Ditambahkannya, dimana tidak semua lahan parkir yang di Stadion Batakan Balikpapan dikelola oleh LPM Manggar, karena ada lahan yang diluar langsung dikelola oleh pemilik lahan.

Sehingga dirinya mengaku dalam kegiatan konser sound seasion, dari para OKP pihaknya hanya mengumpulkan uang parkir sebesar Rp 28 juta, dikurangi biaya makan dan minum sekitar 4 juta. Dengan 300 personil, tersisa anggaran sebesar Rp 23 juta yang mereka bagi. Jadi setiap OKP itu mendapatkan Rp 840 ribu.

“Saya menjaga agar ormas ini tidak terjadi bentrok miskomunikasi makanya saya turun, untuk mewadahi mereka,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *