Pemkot
Wali kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, unsur Forkopimda, Plt Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, perwakilan perbankan dan perusahaan yang ada se Kota Balikpapan saat menghadiri Gebyar Pajak 2022, Sabtu (26/11/2022).

Wali Kota Balikpapan Apresiasi Gebyar Pajak 2022

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan menggelar Gebyar Pajak 2022. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kota Balikpapan atas ketaatan masyarakat membayar pajak kepada daerah.

Gebyar Pajak 2022 yang dilaksanakan di mall E Walk Balikpapan ini dihadiri Wali kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, unsur Forkopimda, Plt Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, perwakilan perbankan dan perusahaan yang ada se Kota Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, Pemkot Balikpapan sangat mengapresiasi kegiatan gebyar pajak 2022 yang dilaksanakan BPPDRD Kota Balikpapan di setiap akhir tahun, mengingat pajak ini ibarat bayar zakat yang wajib, dan bayar pajak juga harus sebagai warga negara.

“Pajak untuk pembangunan khususnya bagi Kota Balikpapan, membangun Kota kita sebagian kita alokasikan dari pajak, tidak terkecuali di Kota Balikpapan,” ujarnya, Sabtu (26/11/2022).

Wali Kota Balikpapan menambahkan, Pemkot Balikpapan memaklumi jika target pajak tak tercapai dalam dua tahun terakhir, sebagai imbas dari pandemi Covid-19 dan kondisi global yang berdampak pada perekonomian.

“Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina juga menyebabkan perekonomian tidak dalam kondisi baik-baik saja,” tegasnya.

Rahmad Mas’ud menambahkan, tahun ini terjadi resesi ekonomi yang melanda semua sektor akibat pandemi sehingga Pemkot Balikpapan memakluminya.

“Kita memaklumi apa yang terjadi saat ini akibat resesi ekonomi,” ucapnya.

Namun di tahun 2023 penerimaan sektor pajak ini, kata Wali Kota Balikpapan, akan ditingkatkan apalagi dengan situasi pembangunan IKN, Kota Balikpapan akan semakin ramai.

“Hotel dan restoran akan tumbuh, termasuk pembangunan infrastruktur dan investasi. Dimana Kota Balikpapan banyak mengandalkan pajak restoran, perhotelan dan PBB, kita gak usah mentarget pajak, tapi sebanyak banyaknya dikumpulkan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *