Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ubah Batok Kelapa Menjadi Baki Bernilai Guna
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com— Batok kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah diolah menjadi produk bernilai guna oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin.
Melalui Workshop Giatja, warga binaan mengerjakan pembuatan baki berbahan batok kelapa berdasarkan pesanan konsumen, Kamis (24/9/2026).
Proses pengerjaan dilakukan secara langsung oleh warga binaan dengan pendampingan petugas.
Pembuatan baki tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan bahan, membentuk batok kelapa sesuai desain, hingga merapikan bagian-bagian produk. Ketelitian menjadi salah satu hal yang diperhatikan agar hasil akhir sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kelas IIA Banjarmasin Bagus Paras Etika mengatakan, pengerjaan produk pesanan menjadi bagian dari kegiatan kerja yang memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan.
“Setiap produk yang dikerjakan kami arahkan agar memperhatikan proses dan kualitas hasilnya. Melalui pekerjaan seperti ini, warga binaan dapat belajar bekerja secara teliti dan mengikuti standar pengerjaan sesuai kebutuhan konsumen,” ujar Bagus.
Petugas Giatja Hafiz mengatakan, pendampingan dilakukan selama proses produksi, terutama pada tahap pembentukan dan perapian batok kelapa.
Menurut dia, ketelitian diperlukan agar bentuk baki sesuai dengan desain dan tetap memiliki hasil akhir yang rapi.
Salah seorang warga binaan, Andi (nama samaran), mengatakan kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang dapat digunakan.
“Pengerjaan ini membuat saya belajar bagaimana mengolah batok kelapa menjadi produk yang memiliki nilai guna. Saya juga belajar lebih teliti karena hasilnya harus disesuaikan dengan pesanan konsumen,” kata Andi.
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, kegiatan produksi di Workshop Giatja merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan.
Menurut dia, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Kami terus membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujar Akhmad Herriansyah.
Ia menambahkan, kegiatan kerja di Workshop Giatja tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga membentuk kebiasaan kerja, ketelitian, dan tanggung jawab warga binaan.
Dengan demikian, proses pembuatan baki dari batok kelapa menjadi salah satu bagian dari upaya Lapas Banjarmasin memberikan pengalaman kerja sekaligus mengembangkan keterampilan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
BACA JUGA
