Y20 di Balikpapan Bahas Isu Lingkungan dan IKN

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pra Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke III Y20 Indonesia Presidensi G20 Indonesia yang dilaksanakan di Balikpapan mengangkat isu besar tentang lingkungan dan penenatapan Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN) yang dicanangkan sebagai Green dan Smart City nantinya.

“Pertemuan ini untuk menyerap isu-isu dari teman-teman lokal yang akan dirancang dan akan dijadikan komonike yang diserahkan ke Presiden Jokowi yang kemudian didistribusikan kepada kepala negara peserta G20,” ujar Co Chair of Y20 Indra Dwi Prasetyo, Sabtu (21/5/2022).

Indra mengatakan, sebenarnya ada beberapa opsi sebelum Kota Balikpapan dipilih untuk pelaksanaan Pra Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke III Y20 Indonesia Presidensi G20 Indonesia. Balikpapan memiliki ke unggulan yakni konsenanya terhadap lingkungan dengan adanya kebijakan larangan tambang dan penggunaan lahan hijua dan mempertahankan 52 persen ruang terbuka hijau dan 48 persen ruang huni.

“Selain itu, di Kaltim juga akan menjadi IKN Baru, dimana tugas pemuda mengawasi dan melihat untuk mempelajari IKN sebagai visi besar bangsa Indoensia, dan kita sebagai anak muda juga bisa berkontribusi lebih dengan memberikan masukan, dan jika itu baik bisa diambil dan dibawa pulang ke negara masing-masing,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Indra menjelaskan, ada 4 tema besar dalam Pra Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke III Y20 Indonesia Presidensi G20 Indonesia di Balikpapan yakni ketenaga kerjaan anak muda, digital transformasi, ekosistem berkelanjutan dan inskusif divesty atau keberagaman.

“Empat tema ini yang akan kita bahas, dan ke empat tema ini menurut kita kekuatan Indonesia, sebagai anak muda dengan number yang banyak,” jelasnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mendukung kegiatan Pra Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Y20 di Balikpapan.

Y20 merupakan salah satu engagement group resmi G20 bidang kepemudaan yang mewadahi delegasi pemuda dari seluruh negara anggota G20.

Acara Pra KTT Y20 di Kalimantan Timur persisnya berlangsung pada 21 dan 22 Mei 2022 dengan mengusung tema ‘Sustainable and Liveable Planet’.

“Ini topik sangat penting dan relevan dalam tanggung jawab KLHK terkait dengan lingkungan dan perubahan iklim,” ujarnya.

Menteri Siti Nurbaya pun memberikan gambaran langkah-langkah Indonesia dalam menangani pengendalian perubahan iklim secara nyata dan membumi.

Termasuk dalam penanganan lingkungan. Terlebih, jika dikaitkan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dilakukan secara simultan.

“Khususnya antara pembangunan dan penanganan lingkungan, hal ini sebagai salah satu upaya pemulihan lingkungan,” ungkapnya

Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, sebagai salah satu anggota tetap Governor’s Climate and Forests GCF, Kaltim memiliki tanggung jawab dalam melakukan pengelolaan lingkungan dan penurunan emsi gas buang.

Isran juga menyambut baik, pembahasan tentang IKN di Kaltim yang dilakukan di Pra Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke III Y20 Indonesia Presidensi G20 Indonesia.

“Ya, salah satunya kenapa Y20 dilaksanakan di Balikpapan, Kaltim, supaya jika ada deleg yang mau kesana melihat, apakah pembangunan IKN itu merusak lingkungan atau tidak, bisa dilihat sendiri,” tegasnya.

Isran juga menambahkan, di IKN sendiri merupakan sebuah kawasan yang sudah dikelola masyarakat dalam bentuk HTI, namun dalam pelaksanaan pembangunannya lahan tersebut tidak akan diganggu kawasan hutannya.

“Kawasan hutan itu berada disekitar 206 ribu bahkan bisa mencapai 261 ribu hektar, dan hanya 5 persen yang akan dibangun sebagai infrastruktur, gedung dan jalan akan berada dibawah permukaan, dan tidak akan mengganggu permukaan lahan yang ditumbuhi tanam-tanaman,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: