420 Telur Hasil Budidaya Warga Binaan Lapas Banjarmasin Dipasarkan Lewat Koperasi
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Sebanyak 420 butir telur ayam hasil budidaya warga binaan melalui program pembinaan kemandirian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dipasarkan melalui Koperasi Lapas Banjarmasin, Senin (24/8/2026).
Telur tersebut merupakan hasil budidaya ayam petelur yang dikelola warga binaan di SAE 1. Kegiatan dilakukan secara rutin, mulai dari pemberian pakan dan minum, perawatan kandang hingga pengumpulan telur.
Hasil produksi kemudian disalurkan ke Koperasi Lapas Banjarmasin untuk dipasarkan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Lapas memastikan program pembinaan kemandirian tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi.
Kasi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin Bagus Paras Etika mengatakan, penyerapan hasil produksi melalui koperasi menjadi salah satu cara menjaga keberlanjutan budidaya ayam petelur di SAE 1.
“Sebanyak 420 butir telur ini merupakan hasil pemeliharaan ayam petelur di SAE 1. Kami terus mendorong agar hasil produksi dapat terserap dengan baik, salah satunya melalui Koperasi Lapas Banjarmasin, sehingga kegiatan pembinaan dapat terus berjalan secara produktif,” kata Bagus.
Pihak Koperasi Lapas Banjarmasin, Inas, mengatakan koperasi berperan dalam membantu menyerap sekaligus memasarkan produk yang dihasilkan dari program pembinaan kemandirian.
“Kami mendukung produk hasil pembinaan kemandirian agar dapat dimanfaatkan dan dipasarkan melalui koperasi. Dengan adanya penyerapan seperti ini, hasil dari kegiatan warga binaan dapat terus bergerak dan memberikan manfaat,” ujar Inas.
Bagi warga binaan yang terlibat, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas produktif, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam beternak.
Salah seorang warga binaan berinisial P yang ditugaskan merawat ayam petelur di SAE 1 mengaku senang mendapat kepercayaan menjalankan kegiatan tersebut.
“Senang bisa dipercaya untuk merawat ayam petelur. Dari kegiatan ini saya banyak belajar dan merasa puas ketika ayam yang kami rawat bisa menghasilkan telur yang kemudian dapat dipasarkan,” ungkapnya.
Kalapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan, pengembangan pembinaan kemandirian harus diarahkan agar warga binaan mampu menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
Menurut dia, keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari keterampilan yang diperoleh warga binaan selama menjalani program, tetapi juga dari kemampuan mereka menghasilkan karya atau produk yang bernilai guna.
“Kegiatan pembinaan kemandirian harus terus dikembangkan agar tidak hanya memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi,” kata Akhmad.
Ia menambahkan, pemasaran hasil produksi melalui koperasi merupakan salah satu bentuk kesinambungan program pembinaan di Lapas Banjarmasin.
Dengan demikian, budidaya ayam petelur di SAE 1 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk belajar bekerja secara bertanggung jawab, memahami proses produksi, serta mengenal nilai ekonomi dari hasil kerja mereka.
BACA JUGA
