68 Indukan Lobster Red Claw Dipantau di SAE 2 Lapas Banjarmasin

Lapas Banjarmasin
Sebanyak 68 indukan lobster Red Claw di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 Lapas Kelas IIA Banjarmasin diperiksa secara berkala untuk memastikan kondisi lobster tetap baik sekaligus memantau proses perkawinan. Senin (14/9/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Sebanyak 68 indukan lobster Red Claw di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 Lapas Kelas IIA Banjarmasin diperiksa secara berkala untuk memastikan kondisi lobster tetap baik sekaligus memantau proses perkawinan.

Pengecekan dilakukan sebagai sebagai bagian dari perawatan dan pengembangan budidaya perikanan yang melibatkan warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan turut melakukan pemantauan dengan pendampingan Petugas Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Banjarmasin, Riyan Ramadhan.

Kepala Seksi Giatja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan pemantauan indukan dilakukan untuk mengetahui perkembangan lobster sekaligus memastikan proses budidaya berjalan secara berkelanjutan.

“Sebanyak 68 indukan kami pantau secara berkala, termasuk proses perkawinannya. Pengecekan ini penting untuk memastikan kondisi indukan tetap baik dan perkembangan budidaya dapat terus berjalan,” kata Bagus, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, proses perkawinan menjadi salah satu tahapan penting dalam budidaya Red Claw karena berkaitan dengan keberlanjutan produksi benih. Karena itu, kondisi indukan dan lingkungan tempat budidaya perlu diperhatikan secara rutin.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan budidaya lobster tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kegiatan perikanan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan.

“Kegiatan budidaya seperti ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar keterampilan secara langsung. Kami ingin mereka tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi memahami prosesnya sehingga memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad Herriansyah.

Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam proses budidaya diharapkan dapat membentuk sikap teliti, konsisten, dan bertanggung jawab. Keterampilan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diberikan selama menjalani masa pidana.

Pemantauan terhadap 68 indukan Red Claw itu pun terus dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan budidaya di SAE 2 Lapas Banjarmasin sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan.

Tinggalkan Komentar