Aksi Sopir Truk di Balikpapan Picu Kemacetan, Sempat Adu Argumentasi dengan Kapolresta
Balikpapan, Gerbangkaltim.com— Aksi penyampaian pendapat oleh sejumlah komunitas sopir truk di kawasan Jalan Sudirman, Balikpapan, sempat diwarnai adu argumentasi antara perwakilan sopir dan Kapolresta Balikpapan, Senin (4/5/2026).
Perdebatan terjadi terkait kesepakatan awal mengenai teknis kehadiran peserta aksi.
Sejak pagi, ratusan armada truk mulai memadati area sekitar lokasi aksi, memicu kepadatan lalu lintas di salah satu jalur utama kota tersebut.
Padahal sebelumnya, pihak kepolisian telah memfasilitasi transportasi bagi massa aksi agar tidak membawa kendaraan besar ke lokasi.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy menjelaskan, kesepakatan awal mengatur peserta datang tanpa membawa armada guna menghindari gangguan lalu lintas. Namun, sebagian sopir tetap bersikeras menggunakan kendaraan masing-masing.
“Memang sempat terjadi adu argumentasi di lapangan karena mereka ingin tetap membawa armada. Padahal sebelumnya sudah kita sepakati untuk tidak menggunakan kendaraan sebagai media penyampaian pendapat,” ujar Kapolresta di lokasi.
Meski demikian, situasi tetap terkendali setelah dilakukan komunikasi intensif antara aparat dan perwakilan komunitas. Polisi kemudian mengambil langkah penataan kendaraan di sekitar lokasi untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Aksi tersebut selanjutnya diarahkan menjadi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WITA. Hingga menjelang pelaksanaan, aparat masih mengatur kedatangan perwakilan peserta.
Sebanyak 244 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan jalannya kegiatan. Sistem pengamanan berlapis diterapkan guna mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan ketertiban.
“Yang terpenting, penyampaian pendapat ini tetap berjalan dengan tertib tanpa mengganggu masyarakat luas. Kami juga memastikan jalur umum tetap bisa digunakan meskipun terjadi kepadatan,” kata Kapolresta.
Diperkirakan sekitar 150 hingga 180 truk dari enam komunitas ikut dalam aksi ini, meskipun tidak seluruh sopir berpartisipasi karena sebagian memilih tetap beroperasi seperti biasa.
Kapolresta mengimbau seluruh peserta untuk mematuhi arahan petugas dan menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga berharap tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan lain yang dapat memicu tindakan anarkis.
“Kami harapkan kegiatan ini segera selesai melalui RDP, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan kondusif,” ujarnya.
BACA JUGA
