Alami Kenaikan Harga, Pemkot Balikpapan Akan Mengintervensi Harga Bapokting Selama Ramadan 1447 H

Pemkot Balikpapan
Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas'ud, SE., ME.,

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan akan melakukan intervensi untuk menekan lonjakan harga bahan pokok penting (Bapokting) yang terjadi selama Ramadan 1447 Hijriah. Langkah tersebut menyusul kenaikan sejumlah komoditas Bapokting di pasar tradisional, khususnya di Pasar Pandansari.

Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan, pihaknya segera turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi harga dan ketersediaan barang.

“Ya, nanti akan kita lihat langsung. Besok atau lusa kita juga ada sidak untuk memastikan kondisi di lapangan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah inspeksi mendadak yang dilakukan Satgas Pangan Polda Kalimantan Timur bersama sejumlah instansi terkait. Pemerintah kota, lanjut Rahmad, ingin memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat.

“Kita lihat nanti, mudah-mudahan jangan sampai ada penimbunan. Pemerintah akan mengintervensi agar tidak ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan di bulan Ramadhan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Balikpapan akan menggencarkan program gerakan pangan murah bekerja sama dengan Bank Indonesia, Dinas Perdagangan Balikpapan, serta komunitas penyelenggara pasar murah.

“Nanti ada gerakan pangan murah melalui BI dan Disdag Balikpapan. Selain itu, beberapa komunitas juga melaksanakan pasar murah. Minimal itu bisa mengantisipasi lonjakan harga,” kata Rahmad.

Berdasarkan pantauan di Pasar Pandansari, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Cabai rawit asal Sulawesi naik dari Rp60.000 menjadi Rp85.000 per kilogram. Cabai merah dan cabai keriting juga terpantau meningkat dibanding pekan sebelumnya.

Harga daging beku naik dari Rp120.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, sementara daging sapi segar berada di kisaran Rp160.000 per kilogram. Rahmad menyebut kenaikan harga umumnya dipengaruhi oleh peningkatan permintaan selama Ramadan.

“Biasanya kalau kebutuhan meningkat, permintaan juga naik. Itu yang memengaruhi harga, tergantung pasokan,” ujarnya.

Sementara itu, harga beras relatif stabil. Beras medium dijual sekitar Rp14.000 per kilogram dan beras premium Rp15.400 per kilogram, masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun, minyak goreng merek Minyakita dilaporkan kosong di sejumlah lapak, dengan harga di pasaran mencapai Rp15.700 per liter.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, menegaskan pengawasan telah dilakukan bahkan sebelum Ramadan dimulai. Pemantauan dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu, dan Kutai Barat.
Ia memastikan Satgas Pangan akan bertindak tegas terhadap spekulan yang mencoba menimbun bahan pokok menjelang Idulfitri.

“Kami akan tegas dan terukur terhadap para spekulan, utamanya yang menimbun bahan pokok menjelang hari raya,” ujarnya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar