Balikpapan Ajak Seluruh Kepala Keluarga Ikut Uji Coba Perlinsos Digital, Data Jadi Dasar Bansos 2027

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan mengajak seluruh kepala keluarga berpartisipasi dalam uji coba Perlinsos Digital yang berlangsung sepanjang 2026.

Program ini ditujukan kepada seluruh masyarakat, tidak hanya penerima bantuan sosial (bansos), sebagai bagian dari penyempurnaan sistem perlindungan sosial berbasis digital sebelum diterapkan secara nasional.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah mengatakan, partisipasi seluruh warga menjadi kunci untuk menghasilkan data yang akurat sehingga sistem dapat diuji secara menyeluruh sesuai kondisi di lapangan.

“Selama masa uji coba ini kami mengajak seluruh kepala keluarga ikut mendaftarkan diri. Jadi bukan hanya masyarakat yang menerima bantuan sosial, tetapi semua warga agar data yang masuk benar-benar lengkap dan sistem bisa diuji secara maksimal,” kata Arfiansyah, Minggu (5/7/2026).

Menurut Arfiansyah, Perlinsos Digital merupakan langkah pemerintah memperbaiki tata kelola perlindungan sosial melalui pemanfaatan teknologi digital. Sistem tersebut diharapkan mampu menciptakan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel karena didukung data yang valid.

Selama masa uji coba, seluruh data yang dihimpun akan menjadi bahan evaluasi pemerintah sebelum sistem diberlakukan secara nasional. Hasil evaluasi tersebut juga akan menjadi dasar penyempurnaan mekanisme pendataan dan verifikasi penerima bantuan sosial.

Arfiansyah menjelaskan, masyarakat yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) tetap dapat mengikuti proses pendaftaran. Pemerintah telah menempatkan agen pendamping di setiap kelurahan untuk membantu warga menyelesaikan proses registrasi.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki IKD tidak perlu khawatir. Agen pendamping di kelurahan siap membantu proses pendaftaran sehingga semua warga tetap bisa ikut dalam uji coba Perlinsos Digital,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Sosial juga menyiapkan layanan jemput bola bagi warga lanjut usia maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas. Melalui layanan tersebut, petugas akan mendatangi rumah warga setelah menerima laporan dari pihak kelurahan.

“Kami ingin memastikan seluruh warga memiliki kesempatan yang sama. Jika ada lansia atau warga yang tidak memungkinkan datang ke kantor kelurahan, cukup melapor, nanti agen pendamping yang akan datang membantu proses pendaftaran,” kata Arfiansyah.

Di sisi lain, ia menilai kepemilikan IKD menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Saat ini layanan pembuatan dan aktivasi IKD telah tersedia di enam kecamatan, 21 kelurahan, serta Mal Pelayanan Publik Kota Balikpapan.

“IKD akan menjadi identitas digital yang memudahkan proses verifikasi karena sudah dilengkapi data kependudukan dan foto wajah. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang segera melakukan aktivasi IKD,” ujarnya.

Selama pelaksanaan uji coba, berbagai kendala yang ditemukan di lapangan akan dihimpun oleh Dinas Sosial Kota Balikpapan untuk diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi penyempurnaan sistem.

Arfiansyah berharap, ketika Perlinsos Digital mulai diterapkan secara nasional pada Oktober 2026, seluruh proses pendataan telah berjalan optimal sehingga data yang digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan sosial pada 2027 benar-benar akurat.

“Harapan kami, sistem ini mampu menghadirkan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, terbuka, dan sesuai kondisi masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh warga mendukung uji coba ini dengan ikut mendaftarkan diri,” tutupnya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar