Balikpapan Pastikan Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026, Warga Diminta Tak Panik Belanja

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetap terjamin hingga penghujung 2026. Kepastian tersebut disampaikan di tengah masih berlanjutnya kenaikan harga beras di sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih berada pada level yang sangat aman.

Menurut dia, jumlah cadangan yang mencapai sekitar 22.300 ton cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan sehingga warga tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan terjadinya kelangkaan.

“Stok beras pemerintah saat ini sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu panik ataupun membeli dalam jumlah berlebihan karena pasokan dipastikan aman hingga akhir tahun,” kata Haemusri, Kamis (2/6/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga beras yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi sejumlah faktor di luar daerah, mulai dari meningkatnya biaya distribusi hingga perkembangan harga di pasar nasional. Kondisi tersebut, lanjutnya, tidak disebabkan oleh terbatasnya stok beras di gudang Bulog.

Karena itu, Disdag Balikpapan terus memperkuat koordinasi dengan Bulog, distributor, dan pelaku usaha untuk memastikan distribusi beras ke pasar maupun toko-toko tetap berjalan lancar.

“Kami terus memonitor perkembangan harga setiap hari. Apabila ditemukan kenaikan yang tidak wajar, pemerintah akan segera melakukan langkah-langkah stabilisasi, termasuk pelaksanaan operasi pasar apabila memang diperlukan,” ujar Haemusri.

Ia menambahkan, operasi pasar menjadi salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat apabila terjadi gejolak harga.

Haemusri juga mengingatkan masyarakat agar tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Menurutnya, aksi membeli beras secara berlebihan justru berpotensi mengganggu kelancaran distribusi dan memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Dengan stok yang tersedia saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Belilah sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar dan kondisi pasar tetap stabil,” ucapnya.

Disdag Kota Balikpapan optimistis sinergi bersama Bulog dan seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Dengan demikian, kebutuhan beras masyarakat di Kota Balikpapan diharapkan tetap terpenuhi hingga akhir tahun. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar