Balikpapan Bidik Wisatawan Surabaya, Andalkan Akses Mudah dan Kapasitas Hotel untuk Dongkrak Kunjungan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat sektor pariwisata dengan membuka peluang kerja sama bersama pelaku industri pariwisata dari Surabaya melalui kegiatan table top. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas promosi destinasi sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Beriman.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, dipilihnya Balikpapan sebagai lokasi penyelenggaraan table top merupakan kehormatan sekaligus peluang strategis untuk membangun jejaring promosi antardaerah.
Menurut Ratih, Balikpapan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur. Selain dikenal sebagai kota pesisir, Balikpapan juga memiliki sejarah panjang sebagai kota minyak serta filosofi Kota Manuntung yang menjadi identitas masyarakatnya.
“Balikpapan memiliki karakter sebagai kota pesisir, kota minyak karena menjadi pusat pengolahan minyak, dan Kota Manuntung yang memiliki filosofi bahwa setiap pekerjaan harus diselesaikan dengan tuntas dan baik,” kata Cokorda Ratih Kusuma, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, Kalimantan Timur memiliki tiga pilar budaya yang menjadi daya tarik wisata, yakni budaya pedalaman, budaya pesisir yang diwakili Balikpapan, Samarinda, dan Bontang, serta budaya keraton yang berkembang di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selain memiliki kekuatan budaya, Balikpapan dinilai unggul dari sisi aksesibilitas. Ratih menyebut penerbangan langsung Balikpapan–Surabaya tersedia setiap hari sehingga memudahkan wisatawan maupun biro perjalanan menyusun paket wisata kedua daerah.
Tak hanya jalur udara, konektivitas melalui Pelabuhan Semayang juga menjadi nilai tambah karena terhubung langsung dengan Surabaya sebagai pusat distribusi barang dan mobilitas penumpang.
“Dari sisi aksesibilitas, Balikpapan sangat mendukung pengembangan pariwisata karena koneksi penerbangan maupun jalur laut ke Surabaya sangat baik,” ujarnya.
Di sektor akomodasi, Balikpapan saat ini memiliki sekitar 76 hotel yang terdiri atas hotel berbintang dan nonbintang, serta didukung vila dan penginapan yang dikelola masyarakat di kawasan destinasi wisata.
Kapasitas tersebut dinilai mampu melayani kunjungan wisatawan dalam jumlah besar, bahkan mencapai sekitar 10.000 hingga 15.000 orang.
Ratih juga mengapresiasi sinergi yang terjalin bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan dalam mendukung promosi pariwisata.
Menurutnya, pelaku hotel dan biro perjalanan terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan, termasuk familiarization trip (famtrip) untuk memperkenalkan potensi wisata Balikpapan secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengunjungi beragam destinasi unggulan, mulai dari wisata bahari, wisata budaya, hingga wisata kuliner yang menjadi daya tarik Kota Balikpapan.
Ratih berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, PHRI, dan seluruh pelaku usaha pariwisata dapat semakin kuat sehingga promosi destinasi Balikpapan semakin luas.
Dengan demikian, peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat posisi Balikpapan sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata di Kalimantan Timur. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
