Balikpapan Gandeng Bank Dunia dan Singapura, Pemkot Perkuat Sistem Air Bersih Berkelanjutan

Pemkot Balikpapan
Pemkot Balikpapan melalui Bappeda Litbang memperkuat upaya pengembangan layanan air bersih melalui kolaborasi internasional bersama Bank Dunia, NUS Cities, dan Singapore Water Center, Sabtu (9/5/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) memperkuat upaya pengembangan layanan air bersih melalui kolaborasi internasional bersama Bank Dunia, NUS Cities, dan Singapore Water Center.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam workshop yang digelar di Balikpapan, sebagai bagian dari penguatan kapasitas teknis dan tata kelola pengelolaan air bersih yang berkelanjutan di Kota Balikpapan, Rabu (6/5/2026) lalu.

Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Murni mengatakan, kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari partisipasi Pemkot Balikpapan dalam ajang Singapore International Water Week beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut, Balikpapan memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan layanan air bersih.

“Setelah kami menyampaikan kondisi pengelolaan air bersih di daerah, respons yang diberikan sangat positif dan ditindaklanjuti melalui dukungan teknis yang difasilitasi Bank Dunia,” kata Murni, Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, dukungan dari lembaga internasional menjadi langkah strategis untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas sistem layanan air bersih, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah dalam menghadirkan tenaga ahli maupun pengembangan teknologi modern.

Ia menilai kemitraan internasional tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan dan pendampingan teknis bagi pemerintah daerah.

“Melalui kerja sama ini, kami bisa memperoleh pembelajaran dan pendampingan dalam membangun sistem pengelolaan air yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam workshop itu, Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus penguatan tata kelola layanan air bersih secara menyeluruh. Penguatan tersebut mencakup aspek perencanaan, distribusi air, hingga pengembangan infrastruktur pendukung.

Murni menyebut pengalaman Singapura dalam mengelola sistem air bersih menjadi salah satu referensi penting bagi Balikpapan untuk melakukan transformasi layanan di masa mendatang.

“Kami ingin mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan. Tentu prosesnya dilakukan bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah,” katanya.

Di sisi lain, kebutuhan investasi yang besar dalam pembangunan infrastruktur air bersih masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Karena itu, kerja sama dengan berbagai mitra internasional dinilai dapat menjadi solusi untuk mempercepat peningkatan kapasitas layanan tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.

Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat sistem layanan air bersih secara bertahap dan berkelanjutan sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan.

“Ini menjadi langkah awal yang penting untuk membangun sistem layanan air bersih yang lebih kuat dan andal ke depannya,” tutur Murni. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar