BBM Subsidi Nelayan Berau Kini Diajukan Lewat XStar
TANJUNG REDEP, Gerbangkaltim.com – BBM subsidi nelayan Berau kini diajukan melalui sistem digital setelah Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau menerapkan aplikasi XStar sebagai bagian dari mekanisme penerbitan rekomendasi pembelian bahan bakar bersubsidi.
Kebijakan ini diterapkan untuk memperkuat proses validasi penerima sekaligus memastikan BBM subsidi benar-benar dimanfaatkan oleh nelayan dan pelaku usaha perikanan yang memenuhi ketentuan.
Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, mengatakan perubahan mekanisme pengajuan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan ketentuan yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Dengan sistem baru ini, pengajuan rekomendasi tidak lagi dilakukan secara manual. Nelayan yang membutuhkan BBM subsidi harus terlebih dahulu melakukan registrasi melalui aplikasi XStar agar data dan statusnya dapat diverifikasi dalam sistem.
“Sekarang proses rekomendasi sudah diarahkan sepenuhnya melalui XStar. Pengajuan secara manual tidak lagi menjadi mekanisme yang digunakan karena seluruh layanan kami sesuaikan dengan ketentuan BPH Migas,” ujar Yunda, Jumat (4/9/2026).
Salah satu dokumen penting yang harus dimiliki nelayan sebelum melakukan registrasi adalah Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka). Data yang tercantum dalam kartu tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi untuk memastikan pemohon tercatat sebagai pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.
Setelah data dinyatakan valid, nelayan akan mendapatkan barcode sebagai tanda registrasi telah berhasil. Barcode tersebut kemudian menjadi dasar bagi Diskan Berau dalam memproses penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi.
Namun, rekomendasi tersebut tidak berarti nelayan dapat memperoleh BBM tanpa batas. Jumlah BBM yang bisa dibeli tetap mengacu pada kuota serta ketentuan yang berlaku berdasarkan regulasi BPH Migas.
Diskan Berau Tetap Dampingi Nelayan
Meski sebagian proses administrasi telah beralih ke sistem elektronik, Diskan Berau memastikan fungsi pembinaan dan pengawasan tetap berjalan. Penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi juga masih menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas terkait.
Perubahan sistem tersebut juga diikuti dengan pendampingan bagi nelayan yang menghadapi kendala ketika melakukan registrasi maupun menggunakan aplikasi XStar.
Pendampingan dinilai penting agar digitalisasi pelayanan tidak justru menjadi persoalan baru bagi nelayan yang belum terbiasa dengan layanan berbasis aplikasi.
Yunda meminta para nelayan mulai menyesuaikan diri dengan mekanisme tersebut dan memastikan seluruh persyaratan administrasi telah tersedia sebelum mengajukan permohonan.
“Kami meminta nelayan segera menyesuaikan diri dengan mekanisme baru ini. Kalau data sudah lengkap dan proses registrasinya dilakukan sesuai prosedur, pengajuan rekomendasi akan lebih mudah ditindaklanjuti,” katanya.
Selain mempermudah proses administrasi, penerapan sistem digital diharapkan dapat membantu pemerintah melakukan pembaruan data penerima BBM subsidi secara lebih terukur.
Data yang lebih akurat menjadi salah satu fondasi penting dalam pengawasan subsidi. Pemerintah dapat lebih mudah mengetahui siapa saja yang berhak menerima fasilitas tersebut sekaligus mengurangi potensi terjadinya penyalahgunaan.
Yunda mengatakan digitalisasi memberikan peluang bagi Diskan Berau untuk meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan rekomendasi BBM subsidi bagi nelayan.
“Dengan sistem ini, pengawasan bisa semakin transparan dan potensi penyimpangan dapat ditekan. Pada saat yang sama, kami bisa terus memperbarui dan meningkatkan ketepatan data nelayan yang menjadi penerima BBM subsidi,” pungkasnya.
Penerapan XStar tersebut menandai perubahan pola pelayanan BBM subsidi bagi nelayan di Berau, dari proses administrasi manual menuju mekanisme yang lebih terintegrasi secara digital. Bagi nelayan, kelengkapan data dan kemampuan mengikuti prosedur registrasi menjadi kunci agar pengajuan rekomendasi dapat diproses sesuai ketentuan.
Sumber berita: Dinas Perikanan Kabupaten Berau
BACA JUGA
