Bedah Rumah Rutan Grogot, Harapan Baru di Gang Buen Were
PASER, Gerbangkaltim.com – Pagi itu, suasana di Gang Buen Were, Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, tampak berbeda. Suara palu bertalu, tawa ringan para pekerja, dan aktivitas gotong royong memecah kesunyian di sebuah rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggal Kurnain.
Pria yang hidup seorang diri itu tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Selama bertahun-tahun, ia menempati rumah dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Atap yang rusak membuat air hujan kerap masuk ke dalam rumah. Beberapa bagian bangunan terlihat rapuh dan membutuhkan perbaikan segera.
Namun, Senin (8/6/2026) menjadi hari yang membawa harapan baru bagi Kurnain. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot hadir melalui program bedah rumah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga kurang mampu.

Sejak pagi, petugas Rutan Tanah Grogot bersama sejumlah warga binaan bahu-membahu melakukan perbaikan. Mereka mengganti bagian atap yang rusak, mengecat rumah agar tampak lebih bersih dan nyaman, serta melakukan renovasi total pada fasilitas toilet.
Bagi sebagian orang, pekerjaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Kurnain, perubahan itu memiliki arti yang sangat besar.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak petugas semua atas bantuan yang diberikan. Semoga bapak petugas Rutan Tanah Grogot selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki,” ucapnya dengan mata berbinar.
Program bedah rumah ini bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik. Di balik setiap papan yang dipasang dan setiap sapuan kuas cat, tersimpan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan harapan.
Kepala Rutan Tanah Grogot, Aris Triyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memberikan pembelajaran positif kepada warga binaan.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk menanamkan nilai empati dan tanggung jawab sosial.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memberikan ruang kepada warga binaan untuk belajar tentang kepedulian, empati, dan semangat gotong royong,” ujarnya.
Aris menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia agar jajaran pemasyarakatan lebih aktif memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Di tengah proses pembangunan, terlihat interaksi hangat antara petugas, warga binaan, dan masyarakat sekitar. Tidak ada sekat yang memisahkan. Yang ada hanyalah semangat untuk membantu sesama.
Bagi warga binaan yang terlibat, kegiatan itu menjadi pengalaman berharga. Mereka tidak hanya belajar bekerja sama, tetapi juga merasakan langsung bagaimana sebuah tindakan kecil dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.
Sementara bagi masyarakat sekitar, program tersebut menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di balik tembok penjara, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi lingkungan.
Menjelang sore, perubahan mulai terlihat jelas. Rumah Kurnain tampak lebih rapi, lebih aman, dan lebih nyaman dibanding sebelumnya. Senyum yang terus mengembang di wajahnya menjadi gambaran sederhana tentang arti sebuah kepedulian.
Di Gang Buen Were hari itu, yang diperbaiki bukan hanya sebuah rumah. Ada harapan yang dibangun kembali, ada semangat gotong royong yang dihidupkan, dan ada pesan bahwa kepedulian sosial masih menjadi kekuatan yang mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. (*/GK)
BACA JUGA
