Brimob Polda Kaltim Bergerak Tangani Kebakaran Samarinda

Kebakaran Samarinda
Personel Satbrimob Polda Kalimantan Timur bersama petugas gabungan membantu penanganan kebakaran di kawasan Jalan Perjuangan, Gang Griyatama, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kamis (6/8/2026).

SAMARINDA, Gerbangkaltim.comKebakaran Samarinda terjadi di kawasan permukiman Jalan Perjuangan, Gang Griyatama RT 104, Blok A, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sambutan, Kamis (6/8/2026). Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur langsung mengerahkan Tim Respons Bencana untuk membantu proses penanganan di lokasi.

Personel Satbrimob Polda Kaltim bergabung dengan petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat dalam upaya mengendalikan kobaran api yang melanda kawasan permukiman tersebut.

Selain membantu pemadaman, personel Brimob melakukan pengamanan dan sterilisasi area di sekitar lokasi kejadian. Langkah itu dilakukan untuk mendukung kelancaran proses penanganan sekaligus mengantisipasi api menjalar ke bangunan lain.

Informasi awal menyebutkan kebakaran diduga berkaitan dengan penggunaan kompor gas. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab sebenarnya dari insiden tersebut.

Karena itu, dugaan mengenai sumber api belum dapat dijadikan kesimpulan akhir. Petugas kepolisian setempat masih mendalami kondisi di lokasi dan berbagai faktor yang berkaitan dengan kejadian.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengapresiasi respons cepat personel yang diterjunkan untuk membantu masyarakat.

Menurutnya, kehadiran personel Brimob dalam situasi bencana merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi gerak cepat dan tanggap darurat yang ditunjukkan oleh personel kami di lapangan. Kehadiran personel bersama instansi terkait dan masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen dan bakti Brimob untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujar Ronny Suseno.

Penanganan di lokasi dilakukan secara bersama-sama. Sinergi antara petugas pemadam kebakaran, BPBD, personel Brimob, serta warga menjadi bagian penting dalam mencegah kobaran api meluas.

Setelah melalui proses pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Situasi di kawasan tersebut kemudian dinyatakan aman dan kondusif.

Warga Diminta Waspada Kompor dan Instalasi Listrik

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah. Ronny mengimbau masyarakat di Kalimantan Timur lebih berhati-hati ketika menggunakan peralatan yang berpotensi menjadi sumber api.

Ia secara khusus meminta masyarakat memastikan kompor benar-benar dalam kondisi mati setelah digunakan. Pemeriksaan terhadap selang dan regulator tabung gas juga perlu dilakukan secara berkala untuk mengurangi risiko kebocoran atau kerusakan.

Selain peralatan memasak, instalasi listrik di rumah juga perlu mendapatkan perhatian. Kondisi kabel, sambungan, dan perangkat listrik yang tidak layak dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan teliti saat beraktivitas di dapur. Pastikan kompor benar-benar dalam keadaan mati setelah digunakan, serta rutin memeriksa kondisi selang dan regulator gas guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari,” katanya.

Bagi masyarakat, respons cepat terhadap kebakaran menjadi sangat penting karena permukiman padat memiliki risiko api menyebar dalam waktu singkat. Evakuasi warga, akses petugas pemadam, serta pengamanan lokasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan keadaan darurat.

Satbrimob Polda Kaltim memastikan personel siap mendukung penanganan bencana dan keadaan darurat bersama instansi terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Sementara itu, penyelidikan mengenai penyebab kebakaran di Jalan Perjuangan, Gang Griyatama, masih ditangani pihak kepolisian setempat. Masyarakat diminta tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi disampaikan.

Sumber: Satbrimob Polda Kalimantan Timur.

Tinggalkan Komentar