Bupati Berau Soroti Royalti Motif Batik Maratua-Derawan
TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Batik Maratua dan Pulau Derawan yang mengangkat identitas wisata Kabupaten Berau didorong agar memiliki nilai ekonomi yang turut memberikan manfaat bagi daerah. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta adanya mekanisme yang jelas terkait pemanfaatan motif tersebut, termasuk peluang pemberian royalti kepada daerah.
Sri Juniarsih menilai kekayaan identitas lokal tidak hanya memiliki nilai budaya dan promosi pariwisata, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif. Karena itu, ketika identitas daerah digunakan untuk kepentingan komersial, manfaat ekonominya diharapkan dapat kembali dirasakan masyarakat dan pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Sri Juniarsih saat menyoroti penggunaan tema batik yang terinspirasi dari destinasi wisata unggulan Berau, khususnya Maratua dan Pulau Derawan.
Menurutnya, terdapat produk batik yang membawa tema Maratua dan Pulau Derawan dengan ciri dominan warna biru. Produk tersebut bahkan sempat ditampilkan dalam kegiatan yang memberikan ruang khusus bagi Kabupaten Berau di Grand Indonesia, Jakarta.
“Jadi ada yang membawa tema batik Maratua dan Pulau Derawan. Semua motifnya berwarna biru. Sempat dipajang di Grand Indonesia, ada acara khusus dan panggung untuk Berau,” ujar Sri Juniarsih.
Produk tersebut disebut tidak berhenti pada kegiatan pameran. Batik dengan tema destinasi Berau itu juga telah dipasarkan dan disebut memiliki rencana untuk menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri.
Bagi Pemkab Berau, kondisi tersebut dapat menjadi peluang strategis untuk memperluas pengenalan identitas daerah ke pasar yang lebih luas. Namun, di sisi lain, pemerintah daerah memandang perlu adanya pembahasan mengenai kontribusi ekonomi apabila identitas atau inspirasi yang berasal dari daerah dimanfaatkan secara komersial.
Sri Juniarsih berharap pemanfaatan motif yang mengangkat nama dan karakter destinasi Berau dapat berjalan dengan prinsip yang saling menguntungkan. Ia juga mendorong agar potensi tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah.
“Karena itu diambil dari daerah kita, maka alangkah baiknya jika mereka memiliki peran memberikan royalti kepada yang punya daerah. Sehingga pemasukan ke daerah juga ada,” katanya.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Berau meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan koordinasi dengan mitra Pemkab Berau yang berada di Jakarta. Koordinasi diperlukan untuk melihat lebih jauh bentuk kerja sama serta mekanisme yang memungkinkan diterapkan.
“Saya harap dinas terkait dapat berkoordinasi dengan mitra kita yang ada di Jakarta,” pungkasnya.
Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Berau melihat identitas budaya dan destinasi wisata bukan sekadar simbol daerah. Motif Maratua dan Pulau Derawan dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif sekaligus memperkuat promosi pariwisata Berau.
Jika dikelola dengan mekanisme yang tepat, pengembangan produk berbasis identitas lokal dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah asalnya.
Sumber: Pemkab Berau
BACA JUGA
