Cabor Tinju Paser, Minim Fasilitas Sarat Prestasi

PASER, Gerbangkaltim.com – MESKI  nyaris menjadi juara umum pada POPDA ke- XVI untuk cabang olahraga tinju, namun capaian prestasi yang diraih atlet-atlet tinju kabupaten Paser cukup membanggakan.

Dengan meraih 2 emas, 3 perak serta 3 perunggu, cabor tinju Paser menempati urutan kedua setelah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sejak awal pelatih cabor tinju memang tidak muluk dalam target perolehan medali emas.

“Kami realistis dengan kemampuan para atlet, lagi pula hanya dua atlet tinju yang diunggulkan, ” Kata pelatih tinju Fransisco Lojing.

Dua atlet tinju yang sejak awal diunggulkan adalah Atlet putri Maria Nola Bintang ( Bintang) di kelas 48-51 kg dan Yoseph Rio Faristian (Rio) di kelas 60-64 kg.

Namun saat pertandingan final (Rio) gagal meraih medali emas setelah dikalahkan Delon Runtunuwu dari Kukar.

“Seandainya Rio menang, Paser juara umum, ” Kata Fransisco.

Meski Rio gagal meraih emas, kemenangan atlet tinju yang lain Yohanes Erfandil (Fandil) bisa menyelamatkan target dua emas.

“Kemenangan Fandil, diluar dugaan karena dia tidak diunggulkan, paling tidak menyelamatkan target emas,” aku Fransisco.

Pada pertandingan Fandil melawan Abima Firdausa dari Samarinda, Rinus pelatih Fandil menceritakan sejak ronde pertama hingga ketiga, Fandil menampilkan permainan terbaiknya.

“Fandil menang mutlak, point nilai dari awal hingga akhir ronde milik dia, ” Kata Rinus.

Fandil, kata dia, baru kali ini mengikuti pertandingan tinju.
“Selama satu bulan, Fandil rutin latihan untuk mempersiapkan diri, ” kata Rinus.

Prestasi para atlet tinju Pasee memang cukup membanggakan, namun dibalik kesuksesan itu tersisa persoalan yakni minimnya sarana latihan.

” Kami tidak punya fasilitas latihan, latihannya ya di samping rumah, ” Kata Fransisco.

Harapan Fransisco jika memiliki fasilitas latihan yang layak, atlet yang unggul bakal muncul lebih banyak.

Ketua Pencab Tinju Kabupaten Paser, Zulkifli akan berupaya agar pemerintah daerah bisa memfasilitasi sarana latihan untuk cabor tinju.

“Perolehan medali di POPDA XIV 2022 bisa menjadi bukti bahwa kita punya pemain yang bisa bersaing dengan atlet daerah lain, ” Kata Zulkifli. (erwe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *