1

Jatanras Polda Kaltim Gulung Pelaku Pencurian Kabel Telkom

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim berhasil menggulung komplotan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia. Para pelaku dibekuk saat beraksi menggasak asset perusahaan plat merah tersebut.

Tiga tersangka pencurian kabel PT Telkom berinisial Sulaiman , Firmansyah dan Afandi dibekuk jajaran Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim pada Jumat (26/3/2021) silam. Ketiganya dibekuk saat hendak menggasak aset PT Telkom Indonesia berupa kabel jenis tembaga dengan merusak Jl Letjen Suprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, Kaltim.

” Saat itu para pelaku pagi-pagi, subuh-subuh, merusak bahu jalan pakai cangkul. Kira-kira sampai kedalaman 2 meteran lah,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Kaltim, AKBP Agus Puryadi, Kamis (8/4/2021).

Agus mengatakan, setelah badan kabel terlihat, maka salah satu pelaku kemudian langsung mengikatkan kabel dengan tali ke bandan truk, untuk kemudian menariknya keluar, akibatnya bahu jalan mengalami kerusakan.

“Rusaknya jalan ini yang terlihat oleh anggota kita yang melakukan patroli,” jelasnya.

Setelah mengali informasi, akhirnya seorang pelaku, Sulaiman berhasil diamankan sekitar pukul 02.30 Wita.Dari keterangan pelaku Sulaiman ini akhirnya dua pelaku lainnya, Firmansyah dan Afandi juga berhasil diringkus.

Dalam penanganan kasus ini, lanjutnya, baik PT Telkom sebagai korban dan ketiga pelaku bersepakat menyelesaikannya melalui restoratif justice. Dimana ketiga pelaku berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan bersedia memperbaiki jalan yang rusak.

“Jadi pihak pelapor dan terlapor ini kita lakukan mediasi. Sehingga muncul kesepakatan di antara kedua pihak dengan restoratif justice,” ujar Agus.

AKBP Agus menjelaskan, kini tinggal menunggu surat keputusan sebagai tanda sahnya penyelesaian kasus tindak pencurian yang dibarengi pengrusakan ini.

Sementara itu Manager Logistik PT Telkom Balikpapan, Wahyu mengatakan, sebenarnya kasus pencurian kabel Telkom ini marak terjadi di kabupaten dan kota di Kaltim. Padahal, tim Telkom juga kerap melakukan patrol, namun mereka selalu saja bisa lolos.

“Sebenarnya kami menduga masih ada aksi lainnya yang serupa dan lebih besar, namun kita masih belum bisa mengungkapnya,” jelasnya.

Kerugiannya bukan materi, katanya, tapi jika kabel ini rusak maka, tim teknik tidak mudah memperbikinya bisa 24 bahkan hingga 36 jam baru bisa diperbaiki, selama itu dilakukan pengguna handphone dan internet pasti mengalami gangguan.

“Khusus kasus ini kami mewakili manajemen memilih menempuh jalur restoratif justice atau penegakan hukum yang berkeadilan, mengingat beberapa pertimbangan dimana para pelaku merupakan tulang punggung keluarga dan ada yang coba-coba saja. Selain itu dengan catatan tidak diulang lagui dan kami minta mereka turut serta dalam mengawasi kabel kami,” jelasnya.

Sedengan seorang pelaku, Afandi mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya tobat mas, tidak mau mengulangi lagi, saya juga terima kasih Telkom bersedia menyesaikan kasus ini melalui restoratif justice,” tutupnya.




Kasus Penipuan Berkedok Karyawan Bea Cukai Marak di Kaltim

Balikpapan, Gerbangkaltim.com -Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea da Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan meminta warga Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan jika menerima telepon, whatsapp atau sms yang mengatasnamakan Bea Cukai untuk tidak mudah percaya. Pasalnya saat ini di Kaltim khususnya Balikpapan sedang marak kasus penipuan mengatasnamakan karyawan Bea Cukai.

“Baru-baru ini ada salah seorang warga Balikpapan yang menjadi korban penipuan yang mengatasnamankan oknum karyawan Bea Cukai. Dimana permasalahannya adalah korban tersebut dinyatakan menang lelang barang elektronik senilai Rp 40 juta. Namun, ia harus lebih dulu mentransfer sejumlah uang sebagai pelunasan pajaknya,” ujar Kepala seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan ya Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan, Wijaya Arif, Kamis (8/4/2021)

Arif mengatakan, kasus penipuan ini sudah lama dipantau oleh pihak Bea Cukai Balikpapan. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki Bea Cukai Balikpapan sepanjang tahun 2020 lalu terdapat 57 kasus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.

Sedangkan di tahun 2021, mulai bulan Januari – Maret sudah ada 12 kasus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.

“Angka ini yang kami catat langsung dikantor ya, belum lagi yang mungkin langsung ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Ditambahkannya, banyak modus yang digunakan pelaku untuk mengelabui korbannya. Sejauh ini berdasarkan pantauan pihaknya yang paling sering adalah modus kiriman paket luar negeri, modus transaksi media sosial, dan modus lelang tertutup. Padahal diakuinya, Bea Cukai tidak pernah sama sekali melakukan hal-hal tersebut.

“Modusnya tiga itu yang paling sering terjadi. Dengan embel-embel transfer sejumlah uang dan diakhiri ancaman penjemputan polisi atau berakhir penjara,” tegasnya.

Selain ketiga hal tersebut, kata Arif, ada juga motif asmara dan hal ini sudah pernah terjadi di Kota Balikpapan. Dimana pelaku berkenalan dengan seseorang. Kemudian rela memberi uang atau harapan kepada korbannya dengan sejumlah janji manis. Namun, setelah sekian lama berhubungan komunikasi, pelaku akan mengaku mendapat masalah dan meminta korbannya untuk mentransferkan sejumlah uang yang lebih banyak dari pada yang sudah diberikan.

“Ada juga yang modus asmara. Dia diajak pacaran dan dijanjikan mau nikah. Dikirim uang atau barang si korban. Sudah beberapa bulan, pelaku ngaku jika dia dapat masalah ditempat kerjanya, dan harus bayar uang kalau enggak dipecat maka korban pun menurutinya,” paparnya.

Dari semua modus yang digunakan pelaku kejahatan penipuan ini, tambah Arif, nyaris semuanya akan meminta korbannya untuk mentransferkan sejumlah uang ke rekening pribadi pelaku. Kemudian pelaku pun akan memblokir nomor telpon korbannya.

“Yang perlu diingat masyarakat disini adalah Bea Cukai tidak pernah memberi atau meminta transfer sejumlah uang ke rekening pribadi, itu tidak ada dan tidak pernah dilakukan oleh Bea Cukai,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kejadian ini terus terulang, sejak awal tahun 2021 lalu Bea Cukai pun telah bekerjasama dengan pihak kepolisian daerah (Polda) Kaltim dan Polresta Balikpapan.




Beruang Hitam dan Tim Crocodile Ringkus Pencuri Spesialis Brankas Kantor

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Tim Beruang Hitam Polresta Balikpapan bekerjasama dengan Tim Crocodile Polsek Balikpapan Timur berhasil meringkus komplotan pencuri spesialis brankas kantor, pada Senin (5/4/2021) lalu. Bersama barang bukti berhasil diamankan tiga orang pelaku masing-masing berinisial MY (37), JA (37), dan ID (41), sedangkan 4 orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Ketiga pelaku yang ditangkap, merupakan tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap sebuah uang dari brankas milik perusahaan di kawasan Balikpapan Timur,” ujar Wakapolresta Balikpapan, AKBP Sebpril Sesa, dalam rilis yang digelar di Mapolresta Balikpapan,Rabu (7/4/2021).

Aksi pencurian dengan pemberatan ini, dilakukan oleh 7 orang pelaku dengan tiga lokasi kejadian yang berbeda. Dan saat dilakukan penangkapan, 3 diantaranya berhasil dibekuk, sisanya kini berstatus daftar pencarian orang.

“Kejadiannya Hari Senin (5/4/2021) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, pelapor menemukan kantor dalam keadaan terbuka dan melihat brankas sudah terbuka,” ujar Sepbril.

Kemudian pelapor memanggil security untuk melihat brankas yang sudah dalam keadaan terbuka dan rusak. Uang sekitar Rp.112,3 juta yang ada dalam berangkas sudah hilanhg, termasuk uang Rp 21 juta yang tersimpan di laci meja, turut digasak oleh para pelaku.

“Kemudian bersama security dan pelapor melaporkan kejadianya ke Polsek Balikpapan Timur,” jelasnya.

Setelah mendapatkan laporan, katanya , Polsek Balikpapan Timur dan Satreskrim Polresta Balikpapan langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tiga pelaku kurang dari 24 jam setelah kejadian, tepatnya sekitar pukul 17.00 Wita

“Bersama pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa dua buah linggis, satu buah obeng, dua pasang sarung tangan, tiga unit brangkas, serta uang sebesar Rp 250 ribu dan Rp 2.907.000,” jelasnya.

Aksi ini, lanjut Sepbrilm sudah untuk yang ketiga kali di dua perusahaan yang berbeda, yakni PT Shunli Aneka Food dan PT Halmahera Indoserve. Dari tiap aksinya, mereka meraup uang hingga ratusan juta rupiah.

“Para pelaku ini memang spesialis pencurian brankas. Salah satunya sudah resedivis, pernah melaksanakan kejahatan serupa di Sulawesi,” paparnya.

Salah seorang pelaku, MY yang merupakan pria kelahiran Sulawesi mengaku bahwa dari setiap aksinya, hasil dibagi pada masing-masing pelaku sebanyak sebesar Rp 20 juta.

“Uangnya buat beli narkoba, semuanya ini,” ujar MY tertunduk.

MY pun membenarkan jika mereka hanya mengincar brankas diperusahaan saja.

“Ia, karena pasti ada uangnya,” jelasnya sambil berjalan menuju sel tahanan Makopolresta Balikpapan.

Atas perbuatannya, kini ketiga tersangka terancam pidana penjara paling lama 7 tahun dengan jerat Pasal 363 KUHP.




Lima Hari Hilang, Pelajar Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Seorang pelajar berjenis kelamin laki-laki berinisial HD (18) warga Jalan Al Makmur, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota ditemukan tak bernyawa didalam sebuah gorong-gorong, di depan kios ikan hias “Jaya Aquarium” Jalan Siaga RT 24 Kelurahan Damai, Balikpapan Kota pada Selasa (6/4/2021) sekitar pukul 02.00 Wita.

Sebelumnya korban sempat dicari-cari oleh pihak keluarga sejak Jumat (2/4/2021) lalu. Lantaran tak ada kabar pihak keluarga pun akhirnya mendatangi kantor kepolisian untuk membuat laporan orang hilang.

Setelah beberapa hari tak ada kabar, salah satu Sosmed Kota Balikpapan memposting kendaraan dan helm korban yang ditemukan oleh salah seorang penjaga Den Intel di Jalan Siaga.

Berbekal informasi itu keluarga korban yakni Marman Danton (paman korban), Selasa (6/4/2021) sekitar pukul 01.00 Wita langsung mendatangi Den Intel di Jalan siaga untuk menanyakan kendaraan dan helm milik korban yang telah diposting akun sosmed tersebut.

“Oleh penjagaan Den Intel diserahkan kendaraan dan helm itu. Serta dijelaskan jika pada Jumat (2/4/2021) lalu terdengar suara kenalpot nyaring, itu pas hujan deras dan banjir. Didatangi cuma ditemukan motor dan helmnya aja orangnya enggak ada. Maka diamankan motor dan helm di piket,” ujar Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi, melalui Kapolsek Balikpapan, AKP Agung Nursapto, Selasa (6/4/2021).

Pihak keluarga bersama rekan-rekan sekolah korban dibantu piket Den Intel di Jalan Siaga serta warga sekitar pukul 02.00 Wita pun berusaha mencari korban dengan cara menyisiri parit atau gorong-gorong yang terdapat sekat bak kontrol di sekitar Jalan Siaga.

“Pada saat melakukan pencarian terhadap korban, tepat di depan kios ikan hias “Jaya Aquarium” salah seorang warga bernama Slamet Hariono melihat ke dalam selokan dengan memakai senter mengira bantal, ternyata setelah di senter kelihatan pantat korban dan dibuka bak kontrol di depannya terlihat kepala korban serta bau yang menyengat,” jelas Kapolsek Balikpapan Selatan.

Setelah korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup dan mengapung di dalam gorong-gorong, pihak keluarga dan warga pun langsung melaporkannya ke pihak kepolisian Balikpapan Selatan dan Polresta Balikpapan untuk meminta bantuan evakuasi jasad korban.

“Pukul 02.45 Wita KSPKT Polresta Balikpapan beserta piket fungsi serta piket identifikasi (Inafis) dan piket SPK Polsekta Balikpapan Selatan mendatangi TKP Untuk melakukan olah TKP, identifikasi dan evakuasi terhadap Korban,” tambah Agung.

Sekitar pukul 03.00 Wita SAR Brimobda Kaltim, Basarnas, BKPB KNPI, BPBD, Rescue IEA, Rescue PP, Rescue Koppad Borneo, Rescue Garuda, Rescue MRC dan relawan Info Bencana tiba di TKP dan membantu proses evakuasi korban. Sempitnya gorong-gorong dan kerasnya cor-coran sempat membuat tim evakuasi kesulitan menjangkau jasad korban.

Hingga pada pukul 05.16 Wita, jasad korban dapat di evakuasi dari dalam gorong-gorong dan kemudian pukul 05.26 Wita korban dibawa Ke RS Kanudjoso Djatiwibowo dengan menggunakan kendaraan ambulance.

“Setelah berhasil di evakuasi jasad korban langsung dibawa ke RSKD untuk dilakukan visum atau otopsi guna untuk mengungkap atau memastikan kematian korban,” tutup Kapolsek Balikpapan Selatan.




Kanwil Kaltimtara Sita Aset 13 ‘Pengemplang Pajak’ Senilai 34 M lebih

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan
Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) bersama 10 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melakukan tindakan
penyitaan kepada 13 wajib pajak selama bulan Maret 2021. Total tunggakan pajak dari seluruh
wajib pajak adalah Rp34.475.177.545,00 (tiga puluh empat miliar empat ratus tujuh puluh lima juta seratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus empat puluh lima rupiah).

Kanwil DJP Kaltimtara berhasil menyita 9 unit kendaraan roda empat, 4 bidang tanah, sejumlah
uang dalam rekening bank, sejumlah uang dalam rekening giro, dan 1 unit kendaraan roda enam dengan nilai total harta Rp8.579.632.416,00 (delapan miliar lima ratus tujuh puluh sembilan juta enam ratus tiga puluh dua ribu empat ratus enam belas rupiah).

Tindakan penagihan perpajakan diawali dengan penerbitan Surat Teguran oleh KPP atas sejumlah pajak yang masih harus dibayarkan oleh wajib pajak/penanggung pajak. Jika wajib pajak tidak melunasi tagihan pajak dalam jangka waktu 21 hari sejak diterbitkannya Surat Teguran, KPP akan menerbitkan Surat Paksa.

Surat Paksa diserahkan dan dibacakan langsung
oleh Juru Sita Pajak Negara (JSPN) kepada wajib pajak/penanggung pajak. Dalam jangka waktu 2×24 jam sejak Surat Paksa diterima, wajib pajak harus melunasi utangnya. Apabila tidak, JSPN akan melanjutkan tindakan penagihannya yaitu penyitaan.

Menurut Pasal 1 angka 14 Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 19 Tahun 2000, disebutkan bahwa penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak, guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.

JSPN akan mencari informasi mengenai aset apa saja yang
dimiliki oleh wajib pajak tersebut guna dijadikan objek sita. Melalui Surat Perintah Melaksanakan
Penyitaan, JSPN akan menyegel/menyita barang-barang tersebut dengan memberikan Berita
Acara Pelaksanaan Sita.

Diharapkan dengan adanya upaya penagihan di bidang perpajakan ini, dapat menimbulkan efek
jera dan detterant effect bagi wajib pajak sehingga voluntary complianced dapat terwujud




Hendak Salat Subuh, Seorang Warga Dibacok Orang Tidak Dikenal

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Seorang warga yang hendak menjalankan ibadah salat subuh di Masjid Agung At Taqwa Balikpapan Kota diserang orang yang tidak dikenal saat. Hingga kini belum diketahui motif penyerangan tersebut dan kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan sudah menggelar olah TKP dilokasi kejadian. “Pada saat subuh tadi, korban diserang seseorang saat hendak sholat subuh,” ujar Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro, disela-sela kegiatan olah TKP, Jumat (2/4/2021). Korban yang bernama Thamrin warga Gang Selewangan, Kelurahan Klandasan Ulu Balikpapan Kota, Kaltim ini, kata Rengga, diserang dari belakang dengan menggunakan senjata tajam tepat di Tugu Kota Balikpapan di Jalan Willoyoyo Puspoyudo. “Korban kemudian lari meminta pertolongan jamaah masjid karena memang jarak masjid dengan lokasi kejadian hanya sekitar 200 saja,” ujarnya. Rengga mengatakan, dalam kejadian ini korban sempat memberikan empat korban melawan. Dan hngga belum diketahui, motif pelaku melakukan pembacokan. “Kita masih dalami motifnya apa ini, apakah ada dendam pribadi atau ada apa, kita masih dalami. Saat ini kita amankan barang bukti berupa pakaian korban, termasuk dua parang pelaku sudah kita amankan di TKP,” paparnya. Untuk kepentingan penyelidikan, lanjutnya, Polresta Balikpapan juga telah melakukan olah TKP yang dilakukan tim identifikasi yang bekerjasamadengan Polda Kaltim untuk mengungkap pelaku termasuk motifnya. Sedangkan saat ini korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Tentara Dr Hardjanto Balikpapan karena mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. “Sekitar lima (luka sabetan), di lengan di punggung, di kepala, termasuk di pergelangan tangan, dan saat ini korban masih di rawat ” ujarnya. Sementara itu, Istri korban, Menceng (38) mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penyerangan orang tak dikenal, terhadap suaminya Tamrin (43) yang menyebabkan luka bacokan disekujur tubuhnya. “Ini harus dituntaskan masalahnya, maksudnya kasus apa? dia begini dibacok,” ujarnya. Selama ini, katanya, suaminya tak punya masalah apapun, meski mereka juga belum lama tinggal di Balikpapan. “Suamiku gak ada musuhnya, makanya aku heran. Aku dari Kampung Sulawesi saya sudah bulan enam disini. Suamiku langsung ke Ternate, gak lama disana dia kembali kesini, aman-aman saja gak ada masalah,” tutupnya.




Modus Baru Pencuri Motor, Hasil Curian Ditukar Dan Dipreteli

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Polresta Balikpapan berhasil mengungkap kasus dugaan sindikat jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor. Uniknya dalam pencurian ini modusnya para pelaku menukar hasil pencuriannya dengan cara mempreteli kendaraan yang dicuri disebuah bengkel.

“Jadi modusnya untuk mengelabui petugas kepolisian, pelaku menukar dan mempreteli kendaraan hasil curiannya dengan kenadaraan hasil curian rekannya yang lain,” ujar Waka Polresta Balikpapan, AKBP Sebril Sesa, disela-sela konprensi pers pengungkapan kasus curas kendaraan bermotor di Mapolresta Balikpapan, Rabu (31/3/2021).

Sebril mengatakan, pelaku yang bernama Rizki Dwi Prasetyo (23) ini baru 4 tahun di Balikpapan dan menetap di Jl Agung Tunggal, Balikpapan Selatan. Awalnya pengungkapan dilakukan petugas kepolisian adalah setelah ada laporan seorang warga bernama Jamhur kehilangan sebuah sepeda motor merk Suzuki satria F warna hitam dengan nomor polisi KT 5508 LW saat diparkir di sekitar Bendali, Balikpapan Selatan.

“Tenyata motor hasil curian ini dipasarkan tersangka melalui media sosial,” jelasnya.

Anggota polresta Balikpapan, katanya yang mengetahui modus pelaku ini langsung melakukan penyaraman atau under cover bay dengan dengan berpura –pura menjadi pembeli.

“Sifatnya seolah-olah ingin membeli barang yang ditawarkan dalam hal ini kendaraan bermotor dari medsos, kemudian dipancing, akhirnya pelaku dibekuk tanpa perlawanan, dan menunjukan motornya di sebuah bengkel temannya,”papar Sebril yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputra.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, ungkap Sebri, polisi kemudian menemukan 7 motor lainnya dengan berbagai merk Honda Beat, Mio Soul, Jupiter MX dan Vario. Kondisi kenadaraan yang ditemukan ini sebagaian masih ada yang utuh dan sebagian lagi sudah dalam kodisi sudah dipreteli pelaku.

“Setelah kita kembangkan, kita temukan lagi 7 motor lainnya yang identitas pemiliknya tidak jelas, sehingga langsung kita amankan. Melihat kendaraan yang ditemukan ini sebagian tidak utuh, ada dugaan dipreteli dan dijual bagian-bagiannya,” tegasnya.

Sebri mengatakan, pihaknya juga masih terus mengembangkan kasus ini karena ada dugaan keterlibatan para pelaku lainnya dalam kasus sindikat pencurian kendaraan roda dua ini.

“Kita terus kembangkan kemungkinan ada pelaku lainnya. Dimana motor hasil curian ini dijual pelaku antara 2-3 juta rupiah perunitnya,” jelas Sebril.

Dalam kesempatan ini, Waka Polresta Balikpapan, AKBP Sebril Sesa meminta warga kota Balikpapan yang merasa kehilangan kendaraan bermotornya untuk bisa melakukan pengecekan ke Reskrim Mapolresta Balikpapan.

“Silahkan datang dan melihat langsung, siapa tau motornya ada dicuri dan berhasil kami amankan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekersan dengan ancaman hukuman selama penjara 7 tahun.




Kanwil DJP Kaltimra Serahkan Tsk Tindak Pidana Perpajakan Ke Kajati Kaltim

Samarinda, Gerbangkaltim.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan
Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti terduga
tindak pidana di bidang perpajakan ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur melalui Kejaksaan
Negeri Samarinda di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Samarinda Ilir. Sehari
sebelumnya, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kanwil DJP Kaltimtara telah
mendampingi AA (tersangka) dari kediamannya di Cimahi, Jawa Barat sampai penyerahan ini
digelar.

AA diserahkan ke Kejaksaan Negeri Samarinda karena diduga telah melakukan tindak pidana
di bidang perpajakan sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1.620.587.500,00
(satu miliar enam ratus dua puluh juta lima ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus
rupiah). Perbuatan pidana tersebut dilakukan pada Masa Pajak Januari 2014 s.d. Desember
2015 berlokasi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

AA diduga kuat melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf i dan/atau Pasal 39A huruf a jo. Pasal 43
ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 11 Tahun
2020 tentang Cipta Kerja jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP bahwa dengan sengaja bersama-sama
sebagai pihak lain yang diduga kuat dengan sengaja menyuruh melakukan, yang turut serta
melakukan, yang menganjurkan atau yang membantu melakukan tindak pidana di bidang
perpajakan, yaitu tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut atas
penjualan/penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan menggunakan Faktur Pajak Yang Tidak
Berdasarkan Transaksi Yang Sebenarnya.

Dugaan Keterlibatan Tersangka AA
AA bersama Heru Purnama Aji, yang telah dijatuhi putusan pidana penjara oleh Pengadilan
Negeri Samarinda sebagai pihak lain, diduga kuat dengan sengaja menyuruh melakukan,
turut serta melakukan, menganjurkan atau membantu melakukan tindak pidana di bidang
perpajakan dengan membantu menggunakan Faktur Pajak Yang Tidak Berdasarkan
Transaksi Yang Sebenarnya dari PT PEL, serta menerbitkan Faktur Pajak kepada PT APP
namun tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut.

AA dapat dijatuhi pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam)
tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang
dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar
sesuai Pasal 39 ayat (1) huruf i; kemudian pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan
paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak dalam faktur
pajak, bukti pemungutan pajak, bukti pemotongan pajak, dan/atau bukti setoran pajak dan
paling banyak 6 (enam) kali jumlah pajak dalam faktur pajak, bukti pemungutan pajak, bukti
pemotongan pajak, dan/atau bukti setoran pajak sesuai Pasal 39A huruf a.

Kanwil DJP Kaltimtara juga menggandeng Kepolisian Daerah Kalimantan Timur dalam
penyerahan AA ke Kejaksaan Negeri Samarinda. Hal ini merupakan wujud sinergi antar
institusi negara dalam mendukung penegakan hukum, memberikan keadilan, dan kepastian
hukum kepada seluruh pihak.
Keseriusan DJP dalam menindak tegas pelanggar hukum yang merugikan negara
menunjukkan bahwa DJP terus dan aktif bergerak melindungi negara sekaligus memberikan
deterrent effect kepada setiap individu maupun badan hukum yang berniat melakukan
kecurangan dalam pelaporan dan penyetoran pajak kepada negara.
Diharapkan dengan adanya upaya penegakan hukum di bidang perpajakan ini, akan
meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya secara
baik dan benar (voluntary compliance), dan pada akhirnya penerimaan negara dari sektor
perpajakan semakin meningkat




Kurang Dari 12 Jam, Pelaku Perampokan Karyawan Pajak Berhasil Diringkus

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Kurang dari 12 jam setelah kejadian,  Team Jatanras Ditkrimum Polda Kaltim bekerjasama dengan Opsnal Polsek Balikpapan Selatan, berhasil meringkus Suwaryo alias Ryo penjaga kos yang merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap seorang karyawan pajak.

“Pelaku kita  tangkap saat berada dikawasan  Batakan Jalan Mulawarman Balikpapan Selatan sekitar pukul 04.00 Wita dini hari, tidak ada perlawanan saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka,” ujar Kasubdi III Jatanras Ditkrimum Polda Kaltim, AKBP Agus Puryadi, Sabtu (21/3/2021).

Agus mengatakan, usai melakukan aksi kejahatan dengan menyekap korbannya yang bernama Octa Diandaru (22) yang merupakan karyawan Kantor Pelayanan Pajak Balikpapan Barat, pelaku kabur melarikan diri karena ketakutan.

“Pelaku ini pendatang dari jawa dan  belum lama di Balikpapan, hanya kenal beberapa orang saja, nah dengan dua alasan ini, maka team menunggu pelaku ditiga titik yang punya hubungan kedekatan dan dimungkinkan akan meminta pertolongan,” jelasnya.

Akhirnya sekitar pukul 21.15 wita, lanjutnya, pelaku datang ke rumah rekannya berinisal F didaerah Batakan, Jalan Mulawarman, Balikpapan Selatan, namun ditolak dengan alasan rumah mereka sudah penuh dan tidak ada tempat tidur lagi.

“Karena ditolak pelaku akhirnya tidak jadi bermalam diitempat rekannya tersebut,” jelas Agus.

Kemudian pelaku berencana akan menuju tempat rekannya yang lain yang berada di Gunung Malang, Balikpapan  Tengah, namun sebelum sampai dititik kedua pelaku berhasil diringkus Team Jatanras Ditkrimum Polda Kaltim bekerjasama dengan Opsnal Polsek Balikpapan Selatan.

“Pelaku kita ringkus saaat berjalan kaki di sekitar Batakan, Jalan Mulawarman, Balikpapan Selatan, ” ujar Agus.

Selanjutnya, kata Agus, terhadap pelaku dilakukan interogasi dan diketahui barang bukti handphone Iphone 8 yang sempat dirampas pelaku dibuang disemak belukar di sekitar lokasi kejadian. Kemudian dengan team dengan pelaku melakukan pencarian barang bukti.

“Setelah barang bukti hp yang dibuang ditemukan, pelaku kita serahkan ke Polsek Balikpapan selatan untuk proses selanjutnya. Adapun barang bukti lain yang berhasil diamankan selain hp adalah dompet, atm dan uang cash Rp1,2 juta rupiah,” jelasnya.

Pelaku Suwaryo alias Ryo mengatakan, sebenarnya ia tidak tega melakukan aksi perampokan dengan cara mengingkat dan menggebuki korbannya yang notabene seorang wanita.

“Mas sebenarnya saya gak tega, tapi saat itu saya dipenuhi dengan setan sehingga lupa diri,” ujarnya.

Sebelumnya tersangka melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap bernama Octa Diandaru (22) yang merupakan karyawan Kantor Pelayanan Pajak Balikpapan Barat. Pelaku sempat menyekap korbannya dengan mengingkat korban dan memukuli korban hingga babak belur.

Namun korban berhasil kabur dengan cara melompat dari lantai 2 kos-kosannyayang berada di Jl Mulawarman PJHI Balikpapan selatan. Korban ditolong warga, sementara pelaku kabur melarikan diri

Belakangan diketahui pelaku adalah penjaga kos-kosan korban yang bernama Suwaryo alias Ryo.




Subdit Renakta Polda Kaltim Ringkus Mucikari Anak

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Sub Direktorat Remaja, Anak, dan Wanita (Subdit Renakta) Ditkrimum Polda Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya berhasil menangkap seorang mucikari dalam kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur di Balikpapan.

“Setelah berhasil meringkus tersangka Ikbal (19) dan Taufik (23) beberapa waktu lalu, petugas akhir berhasil menangkap Dewi Astuti Adriani (24) warga Balikpapan yang menjadi mucikari dalam kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur di Balikpapan,” ujar Kasubid IV Renakta Ditkrimum Polda Kaltim AKBP I Made Subudi, dalam konprensi pers di Mapolda Kaltim, Jumat (19/3/2021).

Tersangka Dewi Astuti Adriani sempat masuk dalam DPO kepolisian karena saat dua rekannya tertangkap yang bersangkutan bersembunyi di salah satu hotel di Balikpapan. Dan ternyata Tersangka Dewi Astuti Adriani adalah suami dari tersangka Ikbal (19) yang bertindak sebagai “Managemen” dalam kegiatan ini .

Subudi mengatakan, terungkapnya kasus ini setelah ada laporan tentang praktet prostitusi di salah satu hotel di Balikpapan. Selanjutnya, tim opsnal Subdit IV Renakta pada Jumat, 5 Maret 2021 melakukan penyamaran sebagai lelaki hidung belang.

“Setelah melakukan transaksi melalui aplikasi on line dengan tersangka, akhirnya tersangka sepakat membawa dua orang wanita untuk bersetubuh di salah satu hotel di Jalan Manunggal III BDS Balikpapan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Subudi, petugas langsung menangkap tersangka bersama barang bukti uang sebesar Rp1,6 juta rupiah dan sebuah hand phone yang digunakan untuk kegiatan transaksi.

Dalam pengungkapan ini, jelas Subudi, ternyata tersangka memperdagangkan anak dibawah umur, dimana salah satu korbannya berinisal SW yang masih berusia 14 tahun 9 bulan, sedangkan seorang korbannya lagi sudah berusia 20 tahun.

“Dalam keterangan tersangka kepada penyidik, kedua korban ini sudah bersama tersangka selama 3 bulan dan selama ini, keduanya dipaksa untuk melayani para lelaki hidung belang,” paparnya.

Selama bekerja bersama tersangka, sambunya, para korban ini hanya diberikan imbalan sebesar Rp200-300 ribu rupiah saja, setiap kali usai kencan dengan para tamunya.

Dalam konprensi pers pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umum ini, Kasubid IV Renakta Ditkrimum Polda Kaltim AKBP I Made Subudi didampingi Kasubid Penmas Bidhumas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib.

“Atas perbuatann, tersangka akan dijerat pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2013 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 200 juta. Serta Pasal 506 KUHP tentang menjadi muncikari,” ujar Yustiadi Gaib.