Dari Meja Makan ke Tempat Sampah, Pertamina Balikpapan Dorong Gaya Hidup Minim Limbah di Hari Bumi
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan menggelar sosialisasi pengelolaan sampah dan pola hidup sehat dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Main Hall Gedung Banua Patra, Balikpapan dan diikuti oleh Persatuan Wanita Patra (PWP) Wilayah RU V Balikpapan serta para pekerja Pertamina, Jumat (24/4/2026),
Kegiatan bertajuk “Sehat Hari Ini, Lestari Masa Depan: Bijak Gizi dan Kelola Sampah” tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong kesadaran lingkungan yang dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan bahwa peringatan Hari Bumi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa langkah sederhana seperti mengatur pola makan dan mengelola sampah dari sumbernya dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” ujar Dodi dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).
Section Head Environment HSSE PT PPN Kilang Balikpapan, Martanti Dwi Suryaningtias, menambahkan bahwa perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Peringatan Hari Bumi bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk mengubah kebiasaan kita sehari-hari. Jika kita mampu mengelola sampah dari sumbernya, maka kita telah berkontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan,” kata Martanti.
Kegiatan ini diisi dengan talk show interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya anggota komunitas lingkungan, perwakilan tenaga kesehatan, serta praktisi pengelolaan sampah.
Dalam sesi tersebut, dokter Noratu Sendana menekankan pentingnya pola makan sehat yang sejalan dengan upaya pengurangan limbah makanan.
“Makanan bergizi seimbang bukan hanya tentang kesehatan tubuh, tetapi juga tentang bagaimana kita mengonsumsi makanan secara bijak. Menghindari food waste merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Warga Siaga Sehat (Wasiat) Baru Ilir, Siti Aminah, membagikan praktik langsung pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk pembuatan kompos dari sisa makanan.
“Pengelolaan sampah dimulai dari rumah. Pemilahan sampah organik dan anorganik serta pemanfaatan sampah organik menjadi kompos bisa dilakukan secara sederhana, asalkan dilakukan secara konsisten,” kata Siti.
Para peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan kompos dan terlibat aktif dalam sesi diskusi serta tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, termasuk dalam sesi interaktif yang disertai pembagian hadiah.
Di akhir acara, peserta diminta mengisi umpan balik secara digital sebagai bagian dari evaluasi kegiatan sekaligus komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pertamina berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian bumi dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA
