Dinsos Balikpapan Buka Program Magang Disabilitas, Dorong Dunia Kerja Lebih Inklusif
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Sosial Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi sosial dengan membuka program magang bagi penyandang disabilitas. Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan kerja yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Arfiansyah, bersama jajaran menerima langsung peserta magang asal Balikpapan Timur di kantor Dinsos Balikpapan, beberapa waktu lalu. Suasana penyambutan berlangsung hangat disertai dukungan moril agar peserta mampu menjalani aktivitas kerja dengan percaya diri.
Arfiansyah mengatakan, program magang tersebut tidak sekadar memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri penyandang disabilitas dalam menghadapi dunia kerja.
“Magang ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga mendorong kemandirian dan meningkatkan kepercayaan diri. Kami ingin membangun lingkungan kerja yang inklusif dan terbuka bagi semua,” ujar Arfiansyah, Sabtu (9/5/2026).
Menurut dia, penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang dapat berkembang apabila diberikan kesempatan yang sama. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan ruang yang lebih ramah dan terbuka bagi kelompok disabilitas agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Peserta magang yang diterima diketahui berasal dari LPK Al Jabar dan akan menjalani magang sebagai tenaga administrasi selama satu bulan di lingkungan Dinsos Balikpapan. Kehadiran keluarga yang turut mendampingi menambah suasana haru dalam kegiatan tersebut.
Arfiansyah berharap langkah Dinsos Balikpapan dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah maupun sektor swasta untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi penyandang disabilitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Dengan dukungan yang tepat, mereka mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan kerja,” katanya.
Upaya penguatan inklusi sosial di Balikpapan sendiri terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Sosial Balikpapan, jumlah penyandang disabilitas di kota tersebut mencapai lebih dari 2.300 orang pada 2026 dan membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik melalui pelatihan keterampilan, rehabilitasi sosial, maupun akses kerja yang layak.
Selain program magang, Pemerintah Kota Balikpapan juga memperkuat berbagai layanan sosial bagi kelompok rentan, termasuk lansia, orang terlantar, dan orang dengan gangguan jiwa.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan kualitas hidup.
Program magang disabilitas tersebut diharapkan menjadi pintu awal bagi penyandang disabilitas di Balikpapan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan kerja, serta memperluas kesempatan memperoleh pekerjaan tetap di masa mendatang.
Pemerintah juga menilai kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar tercipta lingkungan kerja yang benar-benar inklusif dan bebas diskriminasi. (HP/Adv Kominfo Balikpapan)
BACA JUGA
