Disdukcapil Kota Balikpapan Pastikan Belum Ada Lonjakan Pendatang, Aktivasi IKD Terus Digenjot

Pemkot Balikpapan
Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan memastikan belum terjadi lonjakan jumlah pendatang pasca libur panjang. Hingga awal April 2026, jumlah warga pendatang yang mengurus administrasi kependudukan masih terpantau stabil.

Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, mengatakan berdasarkan data pelayanan pada periode 25 hingga 27 Maret 2026, jumlah pendatang yang tercatat hanya sekitar 75 orang. Angka tersebut dinilai tidak berbeda jauh dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Belum ada lonjakan signifikan. Angkanya masih relatif sama seperti tahun lalu. Balikpapan ini kan kota transit, banyak yang hanya singgah sebelum melanjutkan ke Penajam Paser Utara atau wilayah lain,” ujar Tirta, Rabu (1/4/2026).

Menurut Tirta, karakter Balikpapan sebagai kota penyangga dan pintu gerbang menuju sejumlah wilayah di Kalimantan Timur membuat mobilitas penduduk cukup dinamis. Namun, tidak semua pendatang menetap dalam jangka waktu lama.

Meski demikian, Disdukcapil tetap mengimbau masyarakat yang datang dan tinggal sementara di Balikpapan, terutama untuk keperluan pekerjaan, agar melaporkan keberadaannya. Pelaporan tersebut dapat dilakukan melalui ketua RT setempat maupun secara mandiri melalui layanan administrasi kependudukan sebagai penduduk non-permanen.

“Tidak dilarang orang datang ke Balikpapan. Namun, kalau memang tinggal cukup lama, sebaiknya melakukan pelaporan, baik ke RT maupun melalui layanan Disdukcapil. Kalau sudah menetap, tentu disarankan untuk mengurus perpindahan domisili secara resmi,” kata Tirta.

Di sisi lain, Disdukcapil Balikpapan juga terus mendorong percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Program ini disebut mendapat respons positif dari masyarakat, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya layanan administrasi berbasis digital.

Saat ini, layanan aktivasi IKD telah tersedia di 21 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan. Untuk menjangkau wilayah yang belum memiliki fasilitas memadai, Disdukcapil juga menerapkan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung masyarakat.

“Mulai pekan ini, kami fokus di wilayah Balikpapan Barat, khususnya di Kelurahan Margasari. Selama satu bulan penuh, setiap Selasa hingga Kamis, tim kami akan hadir langsung untuk melayani aktivasi IKD,” ujarnya.

Selain itu, Disdukcapil turut melibatkan peran ketua RT dalam memperluas sosialisasi program IKD. Para ketua RT diberikan pemahaman agar dapat mengedukasi warga sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam aktivasi identitas digital tersebut.

“Sosialisasi sudah kami lakukan bersama lurah dan camat. Sekarang kami perkuat peran RT, karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat. Harapannya, aktivasi IKD bisa semakin merata,” tutur Tirta.

Melalui berbagai upaya tersebut, Disdukcapil Balikpapan berharap pelayanan administrasi kependudukan menjadi semakin mudah diakses, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi di tengah mobilitas penduduk yang terus berkembang. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar