Wali Kota Rahmad Mas’ud Janjikan TPS Darurat bagi 230 Kios Pedagang Yang Terbakar di Pasar Sepinggan Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda 230 Kios Pasar Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan para pedagang yang terdampak tidak akan dibiarkan berlarut-larut kehilangan tempat usaha.
Dalam peninjauan tersebut, Rahmad didampingi Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Usman Ali.
Di hadapan para pedagang, ia meminta masyarakat tetap bersabar karena pemerintah sedang menyiapkan langkah penanganan darurat sekaligus solusi jangka panjang.
Salah satu langkah yang segera dilakukan adalah membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar sekitar 230 pedagang yang terdampak dapat kembali berjualan sembari menunggu proses penataan ulang pasar.
“Pedagang kami minta bersabar. Pemerintah tidak akan tinggal diam. Pasar ini akan kita tata ulang, dan untuk sementara akan disiapkan tempat penampungan sementara (TPS) agar pedagang tetap bisa berjualan,” ujar Rahmad Mas’ud, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Rahmad, sebelum TPS dibangun, pemerintah akan lebih dulu membersihkan area bekas kebakaran. Proses pembersihan membutuhkan koordinasi dengan para pedagang agar alat berat dan kendaraan pengangkut material dapat masuk ke lokasi tanpa hambatan.
“Yang pertama kita bersihkan dulu lokasi ini. Karena itu kami sedang konsolidasi dan berkoordinasi dengan para pedagang supaya akses mobilisasi untuk pembersihan lahan bisa berjalan lancar,” katanya.
Rahmad juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa para pedagang. Ia berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat sekaligus menjadi momentum menghadirkan Pasar Sepinggan yang lebih tertata dan aman.
“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan turut berduka atas kejadian ini. Mudah-mudahan penataan nanti jauh lebih baik. Memang sebenarnya kita sudah memiliki niat untuk merevitalisasi pasar ini. Mudah-mudahan dengan kemampuan anggaran yang ada, pembangunan bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Menurutnya, Pasar Sepinggan merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Balikpapan karena telah berdiri sejak era 1970-an. Karena itu, revitalisasi akan dirancang tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung maupun pedagang.
Rahmad menambahkan, aspek keselamatan akan menjadi perhatian utama dalam penataan pasar. Ke depan, fasilitas pencegahan kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR) akan dilengkapi di seluruh pasar tradisional dan fasilitas umum milik pemerintah.
“Ke depan bukan hanya di pasar ini, tetapi juga pasar-pasar lain dan fasilitas publik harus memiliki APAR sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat,” tegasnya.
Mengenai lokasi TPS, Rahmad mengatakan pemerintah masih melakukan kajian. Sejumlah alternatif sempat dipertimbangkan, termasuk memanfaatkan area parkir. Namun opsi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru karena dapat mengganggu akses kendaraan dan aktivitas pengunjung.
“Kita tidak ingin solusi yang dibuat justru menimbulkan masalah baru. Kalau area parkir dipakai seluruhnya, nanti kendaraan sulit masuk dan pembeli juga berkurang. Itu tentu akan merugikan pedagang sendiri,” jelasnya.
Selain menyiapkan TPS, Pemerintah Kota Balikpapan menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait bergerak cepat melakukan pendataan pedagang, menghitung tingkat kerusakan, membersihkan lokasi kebakaran, serta menyusun rencana revitalisasi Pasar Sepinggan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Jumat (31/7/2026) masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian. Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pendataan kerusakan dan menginventarisasi kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. (HP/8/2026).
BACA JUGA
