Wali Kota Balikpapan Minta OPD Tak Tunggu Inspektorat Temukan Masalah
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Masud, SE., ME., meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat pengawasan internal dan tidak menunggu Inspektorat menemukan persoalan dalam pelaksanaan pemerintahan.
Menurut Rahmad Mas’ud, pengawasan harus dimulai dari internal masing-masing perangkat daerah sejak tahap perencanaan program hingga pelaksanaan anggaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi penyimpangan sekaligus memastikan program pemerintah berjalan sesuai target.
Hal itu disampaikan Wali Kota saat menghadiri Penganugerahan Wali Kota Award Bidang Pengawasan 2026 yang menjadi rangkaian puncak Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kota Balikpapan di Aula Pemkot Balikpapan, Senin (14/9/2026).
Rahmad Mas’ud menegaskan, kepala OPD dan pejabat struktural memiliki tanggung jawab utama dalam mengidentifikasi serta mengendalikan risiko di lingkungan kerja masing-masing.
“Kepala OPD dan seluruh pejabat struktural bertindak sebagai pemilik risiko dan first line of defense, bukan menunggu Inspektorat menemukan masalah,” kata Rahmad Mas’ud.
Ia mengatakan, pengawasan tidak boleh hanya dipahami sebagai kegiatan pemeriksaan administrasi atau upaya mencari kesalahan. Pengawasan harus menjadi bagian dari budaya kerja untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, mengelola risiko, serta meningkatkan kinerja perangkat daerah.
Karena itu, pengendalian internal diminta diterapkan sejak penyusunan program strategis, perencanaan anggaran, hingga pengambilan keputusan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Rahmad juga meminta kepala OPD menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang jujur, disiplin, transparan, dan berintegritas.
“Tidak ada toleransi bagi tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Seluruh kepala perangkat daerah harus menjadi role model dalam penerapan budaya antikorupsi di lingkungan kerjanya masing-masing,” ujarnya.
Ia menekankan, keberhasilan pengawasan seharusnya dapat terlihat dari meningkatnya kualitas pelayanan publik dan tercapainya target pembangunan daerah.
“Pengawasan bukan sekadar mencari-cari kesalahan atau memenuhi kewajiban administratif semata, melainkan sebagai instrumen strategis yang memberi dampak nyata bagi perbaikan tata kelola, peningkatan pelayanan publik, dan percepatan pencapaian tujuan pembangunan Kota Balikpapan,” kata Rahmad Mas’ud.
Rakorwas Kota Balikpapan 2026 mengusung tema “Pengawasan yang Berdampak: Mengawal Tata Kelola, Mengelola Risiko, dan Mendorong Kinerja untuk Mencapai Tujuan.”
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Balikpapan juga memberikan Wali Kota Award Bidang Pengawasan kepada sejumlah perangkat daerah dan aparatur yang dinilai memiliki komitmen dalam penguatan sistem pengendalian internal, kepatuhan, serta tindak lanjut hasil pengawasan.
Rahmad Mas’ud berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. Menurut dia, capaian perangkat daerah penerima penghargaan harus menjadi motivasi bagi OPD lainnya untuk memperbaiki kualitas tata kelola.
“Pengawasan dilihat sebagai akselerator pencapaian target, bukan hambatan birokrasi,” tegasnya.
Selain penguatan pengawasan internal, Rahmad mendorong setiap OPD memanfaatkan pa teknologi dan digitalisasi dalam pelaksanaan pemerintahan.
Pemanfaatan teknologi diharapkan membuat proses pengawasan dan pengambilan keputusan lebih efektif, efisien, serta berbasis data.
Setiap perangkat daerah juga diminta melakukan evaluasi secara berkala terhadap capaian program dan mengidentifikasi potensi masalah tanpa harus menunggu audit eksternal.
Dalam Rakorwas tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Balikpapan Dr Andi Irawan, MH., CCLE., turut memberikan perspektif mengenai penguatan pengawasan intern, upaya pencegahan, serta batas antara persoalan administratif dan tindak pidana.
Wali Kota Balikpapan berharap sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat memperkuat penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Mari kita jadikan pengawasan sebagai sahabat pembangunan, bukan sebagai hal yang ditakuti,” pungkas Rahmad Mas’ud.
BACA JUGA
