Dishub Balikpapan Siapkan Bus Listrik untuk Bacitra, Uji Coba Mulai 2 Unit

Pemkot Balikpapan
Kepala Dishub Kota Balikpapan, M Fadli Pathurrahman.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyiapkan langkah baru untuk mengembangkan layanan transportasi publik Balikpapan City Trans (Bacitra). Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan mengusulkan pengadaan bus listrik untuk menambah armada transportasi massal tersebut.

Pengadaan bus listrik itu disiapkan menjelang pengalihan pengelolaan Bacitra dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, M Fadli Pathurrahman mengatakan, pada tahap awal pihaknya tidak akan langsung membeli banyak kendaraan. Dishub mengusulkan sekitar satu hingga dua unit bus listrik untuk melihat efektivitas penggunaannya di Balikpapan.

“Cukup satu sampai dua unit untuk operasional awal. Kita lihat sejauh mana efisiensinya, baik dari sisi bahan bakar maupun pajak yang lebih kecil,” kata Fadli.

Menurut dia, penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya pemerintah kota mendukung konsep Balikpapan Smart City sekaligus menghadirkan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.

“Salah satu upaya Wali Kota dalam rangka memastikan visi menuju Balikpapan Smart City dapat terwujud. Kami akan menghadirkan bus listrik yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Namun, penerapan bus listrik tidak serta-merta dapat dilakukan di seluruh rute Bacitra. Dishub masih mempertimbangkan kondisi geografis Balikpapan yang sebagian besar wilayahnya memiliki kontur berbukit.

Fadli menyebut sekitar 85 persen wilayah Balikpapan memiliki kondisi perbukitan. Karena itu, karakteristik kendaraan dan kemampuan melintasi jalur menjadi salah satu pertimbangan sebelum bus listrik dioperasikan.

“Berdasarkan analisis kami, tidak semua jalur bisa dilintasi bus listrik. Kemungkinan bus listrik akan beroperasi dari Lapangan Merdeka sampai wilayah Bandara Sepinggan,” jelasnya.

Selain mempertimbangkan rute, Dishub juga akan mengevaluasi efisiensi operasional bus listrik setelah unit tersebut digunakan. Hasil uji coba nantinya akan menjadi bahan pertimbangan apabila pemerintah kota ingin menambah armada pada masa mendatang.

Di sisi lain, Dishub masih menghitung skema tarif Bacitra yang akan diberlakukan setelah pengelolaan layanan sepenuhnya berada di bawah Pemkot Balikpapan.

Pengembangan Bacitra juga tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pelayanan transportasi masyarakat. Setelah proses serah terima berlangsung, Dishub berencana memanfaatkan armada Bacitra sebagai media iklan berjalan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi daerah melalui pemanfaatan aset dan armada transportasi publik.

“Setidaknya bisa membawa dampak positif, bukan hanya untuk pelayanan transportasi publik, tetapi juga menjadi sumber PAD baru,” kata Fadli.

Menurut Fadli, rencana tersebut menjadi bagian dari strategi Dishub untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama ketika pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dan penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD).

Dishub berharap seluruh rencana pengembangan Bacitra, termasuk pengadaan bus listrik, dapat terealisasi sesuai tahapan yang telah disiapkan.

“Mohon dukungannya agar rencana ini bisa berjalan lancar. Terutama di tengah efisiensi anggaran saat ini, semoga kegiatan ini tidak terdampak,” pungkasnya.

Dengan penambahan armada dan pengembangan sumber pendapatan baru, Bacitra diharapkan tidak hanya menjadi alternatif mobilitas warga, tetapi juga berkembang sebagai sistem transportasi publik yang berkelanjutan di Kota Balikpapan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar