Hampir 50 Persen Sekolah Terjangkau MBG, Disdikbud Balikpapan Minta Perluasan Dipercepat

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan terus diperluas. Bahkan, cakupan layanan program tersebut diperkirakan telah mendekati 50 persen dan sudah menjangkau satuan pendidikan di seluruh kecamatan.

Meski demikian, pelaksanaan MBG belum merata karena sebagian sekolah masih menunggu giliran mendapatkan layanan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan perluasan program MBG dilakukan secara bertahap oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Mungkin sudah hampir 50 persen,” kata Irfan, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, layanan MBG saat ini telah berjalan di sejumlah sekolah yang tersebar di Balikpapan Barat, Balikpapan Timur, Balikpapan Selatan, Balikpapan Tengah hingga Balikpapan Kota.
Namun, cakupan tersebut belum berarti seluruh sekolah di masing-masing wilayah telah memperoleh makanan bergizi gratis.

“Sudah terlayani di seluruh kecamatan, tetapi masih parsial, belum semuanya,” ujarnya.

Irfan menjelaskan, Disdikbud tidak memiliki kewenangan untuk menentukan sekolah penerima MBG. Peran pemerintah daerah melalui Disdikbud lebih banyak berkaitan dengan penyediaan data satuan pendidikan serta mendukung pelaksanaan program yang dijalankan BGN.

“Kalau kami, sampai pada penyiapan data saja dan mendukung kegiatan-kegiatan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan makan bergizi gratis kepada anak-anak kita,” jelasnya.

Antusiasme siswa terhadap program tersebut juga menjadi salah satu alasan Disdikbud berharap perluasan MBG segera dilakukan. Irfan menyebut, pihaknya beberapa kali mendapat pertanyaan dari siswa mengenai waktu sekolah mereka memperoleh layanan MBG.

“Banyak juga anak-anak kita yang bertanya, ‘Kapan sekolah kami dapat?’ Karena bukan kami yang menentukan itu, maka kami tidak bisa menjawab,” tuturnya.

Karena itu, Disdikbud
mendorong agar perluasan layanan dapat dipercepat sehingga manfaat program MBG bisa dirasakan lebih banyak siswa di Balikpapan.

“Harapan kami, BGN bisa mempercepat itu agar kemudian seluruh anak-anak kita bisa mendapatkan program tersebut di Kota Balikpapan,” kata Irfan.

Pengawasan Makanan Diperkuat

Selain mendorong pemerataan penerima, Pemkot Balikpapan juga menaruh perhatian pada aspek keamanan makanan dalam pelaksanaan MBG.
Irfan mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala bersama Dinas Kesehatan.

Pengawasan menjadi penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi terjadinya kasus gangguan kesehatan akibat makanan seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah.

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi bersama Dinas Kesehatan,” ujar Irfan.

Menurutnya, koordinasi antar lembaga akan terus diperkuat selama program berjalan. Pemerintah daerah berharap pelaksanaan MBG di Balikpapan tidak hanya semakin luas, tetapi juga berlangsung dengan memperhatikan kualitas dan keamanan makanan bagi para siswa.

Dengan cakupan yang telah mendekati separuh satuan pendidikan, Disdikbud berharap perluasan berikutnya dapat dilakukan secara bertahap hingga seluruh anak sekolah di Balikpapan memperoleh manfaat program MBG. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar