Efisiensi Anggaran, Proyek Depo Kontainer dan Terminal di Balikpapan Ditunda hingga 2027
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Sejumlah proyek strategis milik Dinas Perhubungan (Dishub) di Balikpapan dipastikan belum dapat direalisasikan pada tahun 2026 akibat kebijakan efisiensi anggaran. Proyek yang terdampak antara lain pembangunan depo kontainer di Kariangau Kilometer 13 serta terminal koridor di Baru Tengah.
Sekretaris Dishub Balikpapan, Sayektiningsih, menegaskan bahwa penundaan ini tidak berarti pembatalan program. Menurutnya, kedua proyek tersebut tetap menjadi prioritas meski pelaksanaannya harus diundur.
“Program ini tidak dibatalkan. Semua sudah memiliki Detail Engineering Design (DED), hanya saja belum bisa dilaksanakan karena adanya efisiensi anggaran,” kata Sayektiningsih, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, fokus anggaran pada 2026 dialihkan untuk melanjutkan program yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Beberapa di antaranya mencakup pemasangan dan pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU), serta peningkatan fasilitas keselamatan jalan seperti pemasangan kaca cembung dan rubber set.
“Untuk sementara, kami memprioritaskan kegiatan yang sudah berjalan, termasuk penambahan dan penggantian lampu PJU di titik-titik tertentu,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Ari Sanda, menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut dijadwalkan ulang untuk direalisasikan pada tahun 2027. Keputusan ini diambil setelah pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dishub.
“Beberapa program prioritas Dishub, termasuk pembangunan depo kontainer dan terminal, dijadwalkan ulang ke 2027,” jelas Ari.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan depo kontainer di Kariangau Km 13 membutuhkan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp190 miliar. Meski demikian, keberadaan fasilitas tersebut dinilai sangat penting untuk mengatasi persoalan lalu lintas kendaraan berat yang semakin meningkat di kota tersebut.
“Kebutuhan depo ini mendesak karena volume kendaraan bertonase besar terus bertambah. Jika tidak diantisipasi, potensi kemacetan akan semakin tinggi,” ujarnya.
Ari menambahkan, depo kontainer nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lokasi parkir kendaraan berat, tetapi juga menjadi pusat aktivitas bongkar muat.
Selain itu, fasilitas tersebut berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menata arus logistik di Balikpapan agar lebih tertib.
Dengan penjadwalan ulang ini, pemerintah daerah berharap proyek-proyek tersebut tetap dapat direalisasikan sesuai rencana jangka menengah, meskipun harus menyesuaikan kondisi fiskal saat ini. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
