Festival UMKM 2026 Digelar di Balikpapan, Kementerian UMKM Tambah Layanan dan Dorong Digitalisasi Pelaku Usaha
Balikpapan, Gerbangkaltim.com– Kota Balikpapan menjadi tuan rumah Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 yang digelar di BSCC Dome, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 1.100 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Kalimantan Timur itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan, perlindungan usaha, hingga transformasi digital bagi pelaku usaha mikro.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan festival tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan Nasional dan Hari UMKM 2026 yang diperingati setiap 10 Juni.
“Di Kalimantan Timur, ini merupakan kali pertama Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro diselenggarakan pada tahun 2026,” kata Riza saat pembukaan kegiatan.
Menurut dia, festival tersebut merupakan kelanjutan program yang telah dijalankan pada 2025. Saat itu, lebih dari 14.000 pelaku UMKM di 10 provinsi memperoleh layanan langsung, mulai dari penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Riza menyebut program tersebut berhasil mendorong jutaan pelaku usaha masuk ke sektor formal.
“Melalui berbagai layanan yang diberikan, tidak kurang dari 14 juta UMKM berhasil bertransformasi dari sektor informal menjadi sektor formal sepanjang tahun 2025,” ujarnya.
Selain itu, lebih dari 6,5 juta produk UMKM telah mengantongi sertifikat halal, sementara lebih dari satu juta UMKM memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Di sektor pembiayaan, lebih dari 4 juta pelaku usaha mendapatkan akses modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Untuk tahun ini, Kementerian UMKM menghadirkan sejumlah inovasi baru. Salah satunya adalah integrasi seluruh peserta festival ke dalam sistem SAPA UMKM yang dirancang untuk memperkuat pendampingan dan layanan bagi pelaku usaha.
“Inovasi pertama adalah seluruh peserta festival akan langsung terintegrasi ke dalam SAPA UMKM sehingga layanan yang diberikan dapat berkelanjutan,” ujar Riza.
Inovasi lainnya adalah penambahan layanan pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Balikpapan. Jika sebelumnya tersedia sekitar 19 hingga 25 jenis layanan, kini akan ditambah 10 layanan baru yang tetap dapat diakses setelah festival berakhir.
“Layanan-layanan tersebut akan tetap tersedia setelah acara ini selesai sehingga memberikan kemudahan bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.
Selama festival berlangsung, para peserta memperoleh berbagai layanan mulai dari legalisasi usaha, sertifikasi, pendampingan hukum, hingga konsultasi bisnis melalui sesi talkshow edukatif. Pemerintah juga menyerahkan sejumlah sertifikat kepada pelaku UMKM yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan legalitas usaha.
Selain layanan perizinan, festival ini menghadirkan pameran produk unggulan UMKM Kalimantan Timur yang diharapkan mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Pemerintah juga menyiapkan pelatihan digitalisasi untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Secara khusus pada forum ini juga dilakukan sosialisasi SAPA UMKM. Selain itu, hingga besok akan dilaksanakan pelatihan yang sesuai dengan standar Prokestra,” ujar Riza.
Melalui berbagai program penguatan UMKM tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan usaha secara mandiri.
Riza berharap Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 menjadi momentum bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada UMKM yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaya saing.
“Harapan kami, kegiatan ini mampu melahirkan lompatan pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang oleh UMKM unggul, khususnya di Kalimantan Timur,” tuturnya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
