Filipina Bidik Pasar Kosmetik Halal Indonesia yang Terus Tumbuh

kosmetik halal Indonesia
Perwakilan LPPOM memaparkan peluang industri kosmetik halal dalam Halal Conference Cosmobeauté Philippines 2026 di Metro Manila yang dihadiri ratusan pelaku industri dan regulator.

Gerbangkaltim.com, Manila – Kosmetik halal Indonesia semakin menarik perhatian negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Salah satunya Filipina yang kini mulai serius mengembangkan industri halal nasional dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis yang potensial untuk ekspansi produk kosmetik bersertifikat halal.

Ketertarikan tersebut mengemuka dalam Halal Conference yang menjadi bagian dari ajang Cosmobeauté Philippines 2026 di World Trade Center Metro Manila. Forum yang dihadiri ratusan pelaku industri, regulator, dan perwakilan perdagangan itu membahas peluang besar sektor halal, khususnya di industri kecantikan dan kosmetik yang terus berkembang di kawasan ASEAN.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) menilai pemerintah Filipina mulai menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem halal yang lebih kompetitif. Melalui Department of Trade and Industry (DTI), pemerintah Filipina disebut tengah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memperkuat daya saing industri nasional, termasuk memberikan dukungan kepada perusahaan yang mengantongi sertifikasi halal.

Commercial and Partnership General Manager LPPOM, Cucu Rina Purwaningrum, mengungkapkan bahwa perhatian Filipina terhadap sektor halal meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, halal kini dipandang bukan hanya sebagai kebutuhan pasar Muslim, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses perdagangan internasional.

Indonesia menjadi target yang menarik karena merupakan salah satu pasar kosmetik terbesar di Asia Tenggara sekaligus memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Pertumbuhan kelas menengah, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk, serta tingginya permintaan terhadap produk halal menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan industri ini.

Selain faktor pasar, regulasi pemerintah Indonesia juga memperkuat posisi sertifikasi halal dalam industri kosmetik. Pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 yang akan berlaku penuh pada Oktober 2026 membuat pelaku usaha harus menyesuaikan strategi bisnis mereka agar tetap kompetitif.

Data industri menunjukkan peluang yang masih sangat besar. Dari ratusan ribu produk kosmetik yang telah terdaftar, masih terdapat banyak produk yang belum mengantongi sertifikat halal. Kondisi tersebut membuka ruang bagi perusahaan lokal maupun internasional untuk memperluas penetrasi pasar melalui sertifikasi halal.

Menurut Cucu, tren sertifikasi halal di sektor kosmetik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran industri bahwa label halal mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat citra merek di tengah persaingan yang semakin ketat.

Saat ini konsep halal juga telah berkembang menjadi simbol transparansi, keamanan bahan baku, kualitas proses produksi, serta jaminan mutu produk. Tidak sedikit perusahaan kosmetik global yang menjadikan sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk menjangkau pasar Muslim dunia yang terus tumbuh.

Meski demikian, proses sertifikasi halal di industri kosmetik masih menghadapi sejumlah tantangan. Kompleksitas rantai pasok bahan baku dari berbagai negara mengharuskan perusahaan melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap sumber bahan yang digunakan.

Selain itu, perusahaan juga dituntut memastikan fasilitas dan proses produksi terbebas dari risiko kontaminasi bahan yang tidak memenuhi ketentuan halal. Pemahaman terhadap audit, dokumentasi, hingga penerapan sistem jaminan produk halal menjadi aspek penting yang harus dipenuhi agar sertifikasi dapat diperoleh.

Dengan potensi pasar yang terus meningkat dan dukungan regulasi yang semakin kuat, industri kosmetik halal diproyeksikan menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling menjanjikan di kawasan ASEAN dalam beberapa tahun mendatang.

Sumber: LPPOM dalam Halal Conference pada ajang Cosmobeauté Philippines 2026, World Trade Center Metro Manila, Filipina.

Tinggalkan Komentar