GPM Berau Digencarkan, Anggaran Jadi Pertimbangan Pemkab

GPM
Dinas Pangan Kabupaten Berau menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mendukung stabilitas harga pangan daerah.

TANJUNG REDEP, Gerbangkaltim.comGerakan Pangan Murah Berau terus didorong Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pangan sebagai salah satu langkah menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus membantu mengendalikan stabilitas harga pangan di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar di sejumlah wilayah Kabupaten Berau. Pelaksanaannya menyasar masyarakat di beberapa kecamatan dengan jumlah kegiatan yang berbeda-beda sesuai kondisi dan kebutuhan.

Hingga saat ini, GPM telah dilaksanakan sebanyak tiga kali di Tanjung Redeb. Sementara di Gunung Tabur, kegiatan serupa telah digelar dua kali.

Adapun wilayah lain yang telah menjadi lokasi GPM yakni Teluk Bayur, Bukit Makmur Jaya di Kecamatan Biatan, serta Sumber Mulya. Masing-masing wilayah tersebut telah mendapat pelaksanaan GPM sebanyak satu kali.

Menurut Tenteram, keberadaan GPM memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh sejumlah kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Program tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam merespons dinamika harga berbagai komoditas di pasaran.

“Untuk GPM yang sudah dilaksanakan, di Tanjung Redeb sebanyak tiga kali, Gunung Tabur dua kali, Teluk Bayur satu kali, kemudian Bukit Makmur Jaya di Kecamatan Biatan satu kali dan Sumber Mulya satu kali,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan pangan murah tidak hanya berkaitan dengan penjualan bahan kebutuhan pokok. Program tersebut juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap pangan, terutama ketika terjadi perubahan harga komoditas.

Di sisi lain, Dinas Pangan Berau masih mempertimbangkan kemungkinan menggelar GPM dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau.

Tenteram mengatakan keputusan tersebut belum dapat dipastikan karena harus mempertimbangkan kondisi anggaran dan kemampuan operasional dinas untuk menjangkau lokasi pelaksanaan kegiatan.

“Untuk Hari Jadi, kami masih melihat situasi dan kondisi kemampuan anggaran operasional ke lapangan, karena ada efek efisiensi,” jelasnya.

Keterbatasan anggaran operasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perencanaan kegiatan. Dinas Pangan harus menyesuaikan kemampuan pembiayaan dengan kebutuhan pelaksanaan di lapangan, termasuk aspek mobilisasi dan jangkauan wilayah.

Meski demikian, kondisi anggaran tersebut tidak mengurangi perhatian pemerintah daerah terhadap upaya menjaga keterjangkauan pangan. Program akan terus disesuaikan dengan kemampuan yang tersedia dan kebutuhan masyarakat.

Bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, akses terhadap pangan dengan harga terjangkau menjadi salah satu aspek penting. Karena itu, penentuan lokasi dan frekuensi GPM juga perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah.

Dinas Pangan Berau berharap pelaksanaan GPM dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Selain membantu memperoleh kebutuhan pangan dengan harga relatif terjangkau, kegiatan tersebut diharapkan ikut mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan daerah.

“Kami harapkan pelaksanaan ini dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang relatif terjangkau,” kata Tenteram.

Keberlanjutan GPM di Berau pada akhirnya akan bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dalam menyesuaikan program dengan kondisi anggaran, sekaligus membaca kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Di tengah dinamika harga pangan, kehadiran program semacam GPM menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah yang dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan akses bahan pangan yang lebih terjangkau.

Sumber: Dinas Pangan Kabupaten Berau

Tinggalkan Komentar