Hari Kedua Latkader Bela Negara Kerja Sama Bacadnas Kemhan

Kodam VI Mulawarman
Pamen Ahli Pangdam VI/Mulawarman Kolonel Inf Rudy Sandry, S.Sos., M.M., M.A.B., saat memberikan materi Ketahanan Nasional kepada 320 peserta Latkader Bela Negara di Aula Yonif 600/Modang, Balikpapan, Rabu (4/11/2026).

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Hari kedua Latkader Bela Negara kerja sama Bacadnas Kemhan RI, Kodam VI/Mulawarman dan Pemprov Kaltim TA 2026 diwarnai dengan pemberian materi Ketahanan Nasional di Aula Yonif 600/Modang, Balikpapan, Rabu (4/11/2026). Sebanyak 320 kader potensial menerima penggemblengan materi berbobot yang disampaikan langsung oleh Pamen Ahli Pangdam VI/Mulawarman Bidang Operasi Militer Perang (OMP), Kolonel Inf Rudy Sandry, S.Sos., M.M., M.A.B.

Kegiatan strategis ini dirancang khusus untuk memperkokoh fondasi wawasan kebangsaan, memupuk kesadaran bela negara, serta menanamkan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah arus tantangan global.

Dalam sesi pemaparannya, Kolonel Inf Rudy Sandry menegaskan bahwa Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan dalam merespons setiap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG), baik dari dalam maupun luar negeri. Pendekatan pertahanan tidak semata-mata bersandar pada kekuatan militer, melainkan mencakup seluruh spektrum kehidupan berbangsa melalui doktrin Astagatra—sebuah perpaduan holistik antara Trigatra (geografi, demografi, sumber kekayaan alam) dan Pancagatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan).

Ia menggarisbawahi bahwa ketahanan yang kokoh harus dibangun secara berjenjang dan menyeluruh, berawal dari ketahanan individu, keluarga, wilayah, hingga akhirnya bermuara pada ketahanan nasional.

“Ketahanan Nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI atau aparat keamanan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa melalui aplikasi nilai-nilai bela negara. Bela negara harus diwujudkan nyata lewat kecintaan tanah air, kesetiaan pada Pancasila, serta kontribusi aktif sesuai profesi masing-masing,” tegas Kolonel Inf Rudy Sandry di hadapan 320 peserta.

Melalui pembekalan intensif ini, para peserta diharapkan tidak hanya menyerap teori Ketahanan Nasional secara konseptual, tetapi juga mempraktikkan sikap bela negara dalam keseharian. Alumni kader pelatihan ini diproyeksikan menjadi agen perubahan (agent of change) yang merekatkan persatuan dan menggerakkan kesadaran berbangsa di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

Sumber: Pendam VI/Mlw.

Tinggalkan Komentar