Hetifah: Duta Wisata Balikpapan 2026 Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Malam grand final Pemilihan Duta Wisata Kota Balikpapan 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan penampilan, tetapi juga momentum penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Sebanyak 24 finalis tampil di hadapan publik dengan menunjukkan kemampuan komunikasi, wawasan, serta kepercayaan diri yang menjadi bagian dari proses pengembangan diri mereka.
Ketua Komisi X DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing.
“Ajang ini bukan semata-mata soal siapa yang terbaik secara penampilan, tetapi bagaimana proses ini membentuk karakter—mulai dari kepercayaan diri, kepedulian, hingga komitmen untuk berkontribusi bagi daerah,” ujar Hetifah dalam sambutannya pada Grand Final Pemilihan Putra Putri Duta Wisata Manuntung dan Putri Pariwisata 2026 yang digelar Gedung Kesenian Balikpapan, Sabtu (18/4/2026) malam.
Menurut dia, seluruh finalis telah melalui tahapan seleksi dan pembinaan yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan kecintaan terhadap daerah. Ia menilai pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi para peserta dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Hetifah juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan, termasuk keluarga dan pembina, dalam proses pembentukan karakter tersebut. Dukungan itu, kata dia, memungkinkan para finalis berkembang secara optimal, baik dari sisi mental maupun kemampuan.
“Karakter tidak dibentuk secara instan. Dibutuhkan proses panjang, dukungan, dan kemauan untuk terus belajar. Para finalis di sini telah menunjukkan bahwa mereka mampu melewati proses itu dengan baik,” katanya.
Mengangkat tema “Sustainable Glory of Manuntung: Empowering Local, Inspiring Global”, ajang ini dinilai menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami potensi lokal sekaligus mengasah kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Hetifah menyampaikan keyakinannya bahwa pembentukan karakter melalui kegiatan semacam ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.
“Saya yakin, dari proses ini akan lahir generasi yang siap menjadi pemimpin, bukan hanya karena kemampuan, tetapi karena karakter yang kuat dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peran duta wisata tidak berhenti setelah kompetisi selesai. Para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif, sekaligus mempromosikan potensi daerah dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan.
“Menjadi duta wisata berarti siap menjadi contoh. Yang dibawa bukan hanya nama diri, tetapi juga nilai, sikap, dan karakter yang mencerminkan daerah,” tutur Hetifah.
Melalui ajang ini, pembentukan karakter generasi muda diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya pengembangan pariwisata daerah, sehingga melahirkan sosok-sosok yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi Balikpapan di masa mendatang.
BACA JUGA
