Jateng Bidik Peluang Investasi di IKN, Ini Respons Otorita

Otorita IKN
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah di Kantor Otorita IKN, Kamis (6/8/2026), untuk membahas peluang kolaborasi dan investasi di Nusantara.

NUSANTARA, Gerbangkaltim.com – Otorita IKN, dan Pemerintah Jawa Tengah mulai membuka ruang kerja sama untuk memperkuat pembangunan Nusantara. Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama para kepala daerah dari provinsi tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah mengunjungi Kantor Otorita IKN, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang kolaborasi sekaligus investasi yang dapat mendukung pengembangan IKN.

Dalam audiensi itu, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan Nusantara serta sejumlah skema pembiayaan yang digunakan untuk mempercepat pembangunan kawasan. Skema tersebut mencakup Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah.

Berdasarkan pemaparan Otorita IKN, investasi swasta yang telah masuk ke Nusantara diperkirakan mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor. Sementara itu, nilai proyek yang menggunakan skema KPBU tercatat sekitar Rp134,22 triliun.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada pembiayaan pemerintah. Keterlibatan sektor swasta dan badan usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi baru di kawasan Nusantara.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah, termasuk Jawa Tengah.

Menurut Basuki, kolaborasi antardaerah dapat memperkuat ekosistem pembangunan IKN, terutama dalam mewujudkan Nusantara sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki.

Peluang kerja sama yang ditawarkan juga tidak terbatas pada penanaman modal. Otorita IKN melihat terdapat ruang kolaborasi pada berbagai bidang yang dapat menopang kebutuhan kawasan, seperti penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.

Potensi tersebut membuka peluang bagi daerah untuk mengambil bagian dalam rantai pasok dan aktivitas ekonomi yang berkembang seiring pembangunan IKN.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintahannya selama ini mengembangkan Jawa Tengah dengan pendekatan kolaboratif melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Luthfi, pola kolaborasi tersebut menjadi modal untuk membangun kerja sama dengan Otorita IKN. Pemerintah daerah, dunia usaha, media, dan masyarakat dinilai memiliki peran dalam mendukung pembangunan.

“Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat,” kata Luthfi.

Pertemuan antara kedua pihak menjadi ruang awal untuk mengidentifikasi sektor yang berpotensi dikembangkan bersama. Kerja sama antardaerah dinilai dapat memberikan manfaat dua arah, baik bagi percepatan pembangunan Nusantara maupun penguatan potensi ekonomi Jawa Tengah.

Dengan semakin terbukanya peluang investasi dan kolaborasi, IKN tidak hanya diposisikan sebagai proyek pembangunan kawasan pemerintahan, tetapi juga sebagai ekosistem baru yang membutuhkan keterlibatan berbagai daerah di Indonesia.

Otorita IKN dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selanjutnya diharapkan dapat menindaklanjuti penjajakan tersebut dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret. Sinergi antardaerah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pembangunan Nusantara memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tinggalkan Komentar