Karhutla Berau Meluas Pemkab Desak Bantuan Helikopter Water Bombing

Karhutla
Pemkab Berau mendesak bantuan helikopter water bombing BNPB untuk memadamkan karhutla yang meluas hingga 500 meter ke dalam hutan.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Berau kini kian meluas hingga menjangkau area pedalaman hutan yang sulit diakses jalur darat. Keterbatasan jangkauan peralatan serta kelelahan personel pemadam di lapangan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendesak bantuan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa kobaran api kini telah menembus jauh ke dalam kawasan hutan hingga kedalaman 500 meter dari tepi jalan raya. Kondisi geografis yang ekstrem dan minimnya akses jalan membuat armada truk pemadam kebakaran darat tidak lagi mampu menjangkau titik api secara optimal.

“Mobil-mobil pemadam kita hanya mampu menjangkau maksimal 100 meter dari tepi jalan, tergantung akses jalan. Kita membutuhkan water bombing karena api sangat jauh di dalam. Operasional maupun tenaga kita sudah terlalu jauh ke dalam,” ujar Gamalis.

Gamalis menambahkan, ribuan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Redcar, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) telah bekerja nonstop selama dua bulan terakhir. Kendala fisik, medan yang berat, serta kebutuhan perawatan unit armada menjadi alasan utama diperlukannya bantuan pemadaman dari udara. Pemkab berharap helikopter water bombing yang saat ini beroperasi di IKN dan Samarinda dapat segera digeser ke Bandara Kalimarau Berau.

Sementara itu, Kepala BPBD Berau, Masyhadi Mundi, menjelaskan bahwa Kabupaten Berau saat ini masih berstatus Siaga Darurat. Penyebaran titik panas (hotspot) yang sebelumnya terkonsentrasi di kawasan Tanjung Batu kini meluas ke wilayah Segah, Kelay, hingga daerah pesisir. BMKG mencatat wilayah Kalimantan telah mengalami kondisi tanpa hujan selama 30 hari berturut-turut yang memicu penguapan panas dan penumpukan kabut asap pekat di atmosfer.

BPBD Berau terus berkoordinasi intensif dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar armada pemadam udara dapat segera diterjunkan ke titik-titik krusial di Berau.

Sumber: Pemerintah Kabupaten Berau

Tinggalkan Komentar