Pemantauan Kualitas Udara Berau PM2.5 Tembus Angka 385

Kualitas Udara
Pemkab Berau memasang alat pengukur kualitas udara usai PM2.5 menembus angka 385 akibat kabut asap pekat di Tanjung Redeb.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah sigap merespons ancaman polusi kabut asap yang kian pekat melingkupi kawasan Tanjung Redeb dan sekitarnya. Guna mengukur tingkat bahaya pencemaran udara secara ilmiah, Pemkab Berau resmi memasang alat pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berstandar resmi di area Kantor Bupati Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, memimpin langsung proses peninjauan pemasangan alat pengukur tersebut bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. Langkah preventif ini bertujuan mengumpulkan data valid terkait parameter partikulat Particulate Matter (PM2.5) dan PM10 sebagai dasar pengambilan kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat.

Gamalis mengungkapkan, pengawasan ketat dilakukan selama 24 jam nonstop untuk mengukur tingkat kepenuhan partikel berbahaya di atmosfer. Dari hasil uji sampel awal di dalam ruangan, angka PM2.5 tercatat melonjak drastis hingga menyentuh level 385, jauh melampaui batas ambang batas aman kesehatan.

“Agenda kita hari ini sedang memasang alat untuk memantau kondisi kualitas udara yang ada di Kabupaten Berau. PM2.5-nya cukup tinggi, sampai 385. Dibanding beberapa minggu yang lalu, hari ini memang kondisinya semakin pekat,” ujar Gamalis.

Gamalis menegaskan bahwa seluruh langkah strategis maupun mitigasi yang diambil oleh pemerintah daerah wajib berpijak pada fakta pengukuran yang akurat di lapangan.

“Bagaimanapun, solusi yang akan kita ambil harus by data, berdasarkan data yang ada,” tegas Gamalis.

Guna memperluas jangkauan pemantauan di seluruh wilayah kecamatan, Pemkab Berau juga merencanakan pengadaan perangkat pengukur kualitas udara portabel yang terkoneksi langsung secara real-time ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons darurat di titik-titik rawan seperti Kecamatan Batu Putih dan kawasan pesisir lainnya.

Sumber: Pemerintah Kabupaten Berau

Tinggalkan Komentar