Karhutla Samarinda Utara, Brimob Padamkan Lahan 1 Hektare

karhutla
Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan di Jalan Gunung Pelanduk RT 13, Samarinda Utara, Jumat (28/8/2026) malam.

SAMARINDA, Gerbangkaltim.comKarhutla Samarinda kembali mendapat penanganan cepat setelah kebakaran melanda kawasan hutan dan lahan di Jalan Gunung Pelanduk RT 13, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (28/8/2026) malam.

Tim Respons Cepat Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Sebanyak 11 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak menjalar ke kawasan di sekitarnya.

Penanganan dimulai sekitar pukul 22.00 WITA dan dipimpin Brigpol Adipung Slamet, S.H. Setibanya di lokasi, personel langsung menghadapi kebakaran yang diperkirakan melanda area seluas kurang lebih 1 hektare.

Lokasi titik kebakaran berada sekitar 200 meter dari permukiman masyarakat. Jarak tersebut membuat upaya pengendalian api menjadi penting untuk mencegah kobaran bergerak mendekati rumah warga.

Personel tidak hanya berfokus pada memadamkan kobaran yang terlihat. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran di area terdampak sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Proses tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Setelah dilakukan penanganan, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Kondisi kawasan kemudian dinyatakan aman dan kondusif.

Brimob Perkuat Respons Kebakaran

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno mengatakan kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kecepatan menerima laporan dan bergerak ke lokasi menjadi faktor penting agar kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas.

“Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons personel di lapangan. Setiap laporan yang berkaitan dengan bencana maupun kebakaran akan ditindaklanjuti dengan mengedepankan keselamatan masyarakat, personel, serta upaya pencegahan agar dampak kejadian tidak meluas,” ujar Ronny.

Kebakaran lahan di kawasan perkotaan seperti Samarinda Utara membutuhkan perhatian karena sejumlah area terbuka masih memiliki vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penjalaran api ketika cuaca kering dan angin bertiup cukup kuat.

Karena itu, langkah pemadaman juga dibarengi dengan pendinginan. Cara tersebut diperlukan untuk memastikan api benar-benar padam dan mengurangi kemungkinan munculnya kembali titik api di area yang sebelumnya terbakar.

Masyarakat Diminta Waspada

Danyon B Pelopor Kompol Edy Musdwiyono mengatakan keterlibatan personel dalam penanganan kebakaran merupakan bagian dari tugas pelayanan dan perlindungan masyarakat.

Ia memastikan personel Batalyon B Pelopor siap memberikan dukungan apabila terjadi bencana maupun kejadian lain yang membutuhkan respons cepat.

“Personel Batalyon B Pelopor akan selalu siap memberikan bantuan dan dukungan dalam penanganan bencana. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi yang memungkinkan api dengan cepat meluas,” kata Edy.

Kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran sejak awal. Warga yang menemukan kepulan asap maupun titik api di kawasan terbuka diimbau segera menyampaikan informasi kepada petugas.

Laporan sedini mungkin dapat mempercepat pengerahan personel sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api berkembang menjadi lebih besar.

Peristiwa di Jalan Gunung Pelanduk juga menunjukkan bahwa lahan yang berada tidak jauh dari permukiman tetap memiliki potensi menjadi sumber ancaman apabila terjadi kebakaran.

Dengan luas area terbakar sekitar satu hektare dan jarak sekitar 200 meter dari permukiman, keberhasilan pemadaman menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan lingkungan sekitar.

Sinergi antara petugas pemadam, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung api untuk berkembang cepat.

Sumber: Humas Satbrimob Polda Kalimantan Timur.

Tinggalkan Komentar