Kasus ISPA di Berau Turun, Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

ISPA
Kasus ISPA di Berau melandai pada Oktober 2026. Dinkes Berau imbau warga tetap kenakan masker saat kabut asap tebal demi jaga kesehatan.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Tren penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Berau tercatat mulai melandai pada periode Oktober 2026 dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan tetap mengedepankan protokol kesehatan, terutama saat kabut asap pekat melanda kawasan pemukiman.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinkes Berau hingga minggu ke-41 tahun 2026, terjadi penurunan kurva kasus ISPA yang cukup signifikan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Rahmawati, mengungkapkan bahwa sepanjang September 2026 jumlah kasus ISPA terdata sebanyak 2.854 kasus. Sedangkan hingga pertengahan Oktober, angka tersebut tercatat berada di posisi 815 kasus.

“Meskipun angka di bulan Oktober tampak lebih rendah, data ini masih bersifat berjalan (on-going) sehingga belum bisa disandingkan secara menyeluruh dengan akumulasi bulanan penuh. Namun secara grafik, trennya menunjukkan penurunan dibanding puncak tertinggi,” ungkap Rahmawati, Rabu (21/10/2026).

Rahmawati memaparkan, grafik penyakit saluran pernapasan di Bumi Batiwakkal sepanjang tahun 2026 memang mengalami fluktuasi tajam. Lonjakan kasus tertinggi terjadi pada Agustus 2026 yang menembus angka 3.980 kasus, sebelum akhirnya perlahan menyusut pada September dan Oktober.

Dinas Kesehatan menegaskan bahwa melandainya angka penderita ISPA bukan alasan bagi warga untuk mengabaikan perlindungan diri. Ancaman paparan partikel mikro akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap berpotensi memicu iritasi paru-paru serta pemburukan gejala bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Masyarakat diimbau untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika kabut asap menebal, serta sebisa mungkin membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak. Apabila mengalami gejala sesak napas, batuk persisten, maupun demam, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Melalui langkah mitigasi mandiri dan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), Dinkes Berau optimistis angka paparan penyakit ISPA di wilayah Berau dapat terus ditekan secara efektif.

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Berau

Tinggalkan Komentar