Kebakaran Gunung Panjang Berau, 10 Mobil Damkar Dikerahkan
Gerbangkaltim.com, Tanjung Redep – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Gunung Panjang, Gang Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Minggu (12/7/2026) siang. Respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau bersama tim gabungan berhasil mencegah api meluas ke bangunan lainnya.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya empat bangunan terdampak dalam peristiwa tersebut. Namun, jumlah pasti rumah maupun pintu kontrakan yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan sebagian bangunan yang terbakar merupakan rumah berukuran besar dan terdapat pula bangunan kontrakan dengan beberapa pintu sehingga pendataan membutuhkan waktu.
“Data masih terus kami kumpulkan. Untuk sementara terlihat sekitar lima bangunan terdampak, namun jumlah pastinya masih menunggu hasil pendataan karena ada rumah besar dan bangunan kontrakan yang memiliki beberapa pintu,” ujarnya.
Untuk mengendalikan kobaran api, Disdamkarmat mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran. Operasi pemadaman juga mendapat dukungan dua unit armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, satu unit kendaraan relawan, serta personel dari PMI dan berbagai unsur terkait.
Menurut Rakhmadi, sinergi lintas instansi bersama masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas.
“Sebanyak 10 unit damkar kami kerahkan, ditambah dua unit BPBD, satu unit relawan, serta dukungan PMI dan berbagai stakeholder. Alhamdulillah masyarakat juga ikut membantu sehingga proses penanganan berjalan lebih optimal,” katanya.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.50 WITA. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman. Meski sempat terkendala embusan angin yang cukup kencang, api akhirnya berhasil dikuasai sekitar satu jam kemudian sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Selain kondisi angin, petugas juga menghadapi tantangan berupa akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit. Hal tersebut membuat penempatan armada harus diatur di beberapa titik agar proses penyemprotan air tetap efektif.
“Kendala utama adalah akses jalan yang sempit sehingga posisi kendaraan dan personel harus dibagi di beberapa lokasi agar pemadaman bisa dilakukan secara maksimal,” jelas Rakhmadi.
Dalam proses penanganan, seorang petugas dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap tebal saat bertugas. Petugas tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya dilaporkan stabil.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum dapat dipastikan. Disdamkarmat menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang untuk mengetahui sumber api dan penyebab pasti kejadian.
Rakhmadi mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun. Menurutnya, laporan cepat sangat membantu petugas dalam mempercepat penanganan sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan.
“Masyarakat kami harapkan segera melapor apabila melihat adanya kebakaran melalui Posko Disdamkarmat agar personel dapat langsung bergerak ke lokasi,” pungkasnya.
Sumber: Disdamkarmat Kabupaten Berau.
BACA JUGA
