Kesiapsiagaan Bencana di Balikpapan Diperkuat, BPBD Tekankan Edukasi Berkelanjutan

oppo_1026

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan terus memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana melalui kolaborasi lintas sektor dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan, tingkat kesiapsiagaan masyarakat di kota tersebut saat ini tergolong baik. Ia menilai hal itu merupakan hasil sinergi antara pemerintah, aparat, dan partisipasi aktif masyarakat.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Kami selalu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Peran masyarakat juga sangat penting karena mereka sudah semakin peduli terhadap kondisi darurat,” ujar Usman, Jum’at (1/5/2026).

Meski demikian, BPBD tidak ingin berpuas diri. Edukasi dan sosialisasi terus digencarkan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat tetap terjaga, terutama di tengah mobilitas penduduk yang cukup dinamis.

Menurut Usman, pergantian warga di suatu wilayah menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, penyuluhan rutin dinilai penting agar seluruh lapisan masyarakat memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.

“Komposisi warga di suatu kawasan bisa berubah. Karena itu, kami rutin melakukan sosialisasi agar semua masyarakat, baik yang lama maupun pendatang, mengetahui cara menghadapi situasi darurat,” katanya.

BPBD Balikpapan menerapkan pola sosialisasi berulang di wilayah yang sama setiap dua hingga tiga bulan. Langkah ini difokuskan terutama di daerah rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor guna memperkuat pemahaman warga.

Selain menyasar masyarakat umum, BPBD juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lanjut usia. Untuk pelajar, edukasi dilakukan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana yang menghadirkan simulasi penanganan bencana.

“Melalui SPAB, siswa SD hingga TK sudah dilatih menghadapi situasi seperti gempa bumi dan banjir. Mereka diajarkan langkah-langkah dasar untuk menyelamatkan diri,” jelas Usman.

Sementara itu, edukasi bagi lansia masih terus diupayakan agar menjangkau lebih luas, meskipun pelaksanaannya memiliki sejumlah kendala.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat seperti hotline 112 apabila terjadi kondisi darurat.

Selain itu, warga diingatkan untuk menjaga lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah risiko banjir.

Usman menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kami berharap masyarakat semakin waspada dan sigap. Dengan kerja sama semua pihak, Balikpapan bisa menjadi kota yang lebih tangguh menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar